Pendidikan Peristiwa

Senin, 17 November 2025 - 17:29 WIB

5 bulan yang lalu

logo

Enam Proposal Lolos Pendanaan 2025, ITS Kembali Kuasai Dana Riset Sawit Nasional

SURABAYA| klikku.id – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali membuktikan dominasinya di dunia riset nasional. Untuk ketiga kalinya secara beruntun,

kampus teknik terbesar di Jawa Timur itu meraih pendanaan terbanyak dalam Program Grant Riset Sawit (GRS) 2025 yang digelar Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).

GRS dikenal sebagai program riset strategis yang menyeleksi penelitian sawit dari sisi hulu hingga hilir, melibatkan ratusan proposal dari kampus dan lembaga riset di Indonesia.

Tahun ini, dari lebih dari 100 proposal yang masuk, hanya 55 yang lolos. Enam di antaranya berasal dari ITS, jjumlah terbanyak secara nasional.

Direktur Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat ITS, Fadlilatul Taufany, menyebut capaian ini bukan kebetulan. “Tiga tahun berturut-turut, ini bukti konsistensi ITS menguatkan riset yang relevan untuk industri sawit berkelanjutan,” ujarnya.

Keberhasilan itu dikontribusi para peneliti lintas disiplin, mulai fisika, teknik mesin, informatika, geomatika, matematika, hingga lingkungan. Masing-masing mengajukan riset terapan yang siap menjawab kebutuhan industri.

Salah satunya, riset Dr Lila Yuwana (Fisika) tentang prototipe gerobak crawler listrik untuk mengangkut TBS sawit, ditujukan meningkatkan efisiensi perkebunan rakyat.

Dari Teknik Mesin, Moch Solichin PhD mengembangkan digital twin multifungsi untuk memonitor kematangan buah dan performa mesin.

Dukungan teknologi citra satelit multispektral juga ditawarkan Dr Kelly Rossa Sungkono (Informatika) untuk memprediksi produksi sawit lebih presisi.

Sementara Dr Hepi Hapsari Handayani (Geomatika) mengintegrasikan drone multispektral dan sensor VOC untuk mendeteksi kematangan TBS.

Aspek keselamatan kerja turut disentuh melalui riset Dr Adithya Sudiarno (Teknik Sistem dan Industri) yang merancang ARECAVERSE, sistem berbasis metaverse untuk menekan kecelakaan kerja.

Terakhir, Dr Endah Rokhmati (Matematika) menawarkan sistem manajemen sawit berbasis data untuk menghitung kredit karbon dan premi asuransi.

Menurut BPDP, kontribusi ITS dinilai penting karena mendukung realisasi industri sawit yang lebih efisien, aman, dan ramah lingkungan.

Hasil riset ITS juga selaras dengan beberapa target SDGs, termasuk energi bersih, inovasi industri, dan mitigasi perubahan iklim.

ITS menegaskan komitmennya melanjutkan riset inovatif yang memberikan dampak langsung bagi sektor strategis nasional. AMan


 

105

Baca Lainnya