Kesehatan Pendidikan Peristiwa

Rabu, 19 November 2025 - 09:29 WIB

5 bulan yang lalu

logo

UNAIR Raih Penghargaan BKKBN Berkat Komitmen Tekan Stunting

SURABAYA | klikku.id – Komitmen Universitas Airlangga (UNAIR) dalam mendukung program nasional percepatan penurunan stunting kembali mendapat pengakuan.

Kampus kebanggaan Jawa Timur itu menerima penghargaan dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) atas kontribusi aktifnya dalam pengendalian stunting di Indonesia. Penghargaan diberikan Selasa (11/11) lalu.

Prof Dr Sri Sumarmi SKM MSi menyebut apresiasi tersebut menjadi bukti bahwa UNAIR menjalankan perannya sebagai perguruan tinggi melalui tri dharma: pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Ia menegaskan, capaian itu sekaligus menguatkan kontribusi UNAIR dalam implementasi berbagai target Sustainable Development Goals (SDGs).

“Ini bukan hanya soal penghargaan. Ini pembuktian bahwa kegiatan tridharma UNAIR berdampak nyata pada masyarakat. Program Desa Emas yang kami jalankan menjadi salah satu contoh penerapan SDGs, mulai dari pengentasan kemiskinan, kesehatan, kesetaraan gender, sanitasi, hingga kerja sama lintas sektor,” ujarnya.

Kontribusi UNAIR dalam pencegahan stunting dilakukan lewat berbagai skema. Mahasiswa dan dosen diterjunkan melalui KKN, PKL, magang, riset, serta program pengabdian masyarakat di beragam daerah.

Universitas juga menggandeng banyak mitra eksternal, mulai BKKBN, pemerintah daerah, NGO, hingga industri untuk menguatkan intervensi.

“Pendampingan kami dilakukan langsung di masyarakat dan di institusi pemerintah untuk memperbaiki kinerja program. Riset-riset yang kami lakukan juga selalu diupayakan agar bisa diimplementasikan,” jelas Prof Sumarmi.

Upaya tersebut membuahkan hasil signifikan. Dalam pendampingan yang dilakukan di 20 kabupaten/kota di Jawa Timur, UNAIR ikut mendorong penurunan prevalensi stunting dari 17,7 persen menjadi 14,7 persen. Angka itu menempatkan Jatim sebagai provinsi dengan prevalensi stunting terendah kedua secara nasional.

Prof Sumarmi menegaskan, UNAIR tidak berhenti pada pencapaian tersebut. Kampus akan memperluas pendampingan ke wilayah lain di luar Jatim.

UNAIR juga aktif terlibat sebagai pengurus Konsorsium Perguruan Tinggi Peduli Stunting nasional serta tengah menyiapkan integrasi materi pencegahan stunting ke kurikulum.

“UNAIR bukan menara gading. Kami ingin memastikan ilmu, riset, dan inovasi benar-benar kembali ke masyarakat dalam bentuk dampak nyata,” tegasnya. AMan


 

90

Baca Lainnya