Pendidikan Peristiwa

Kamis, 20 November 2025 - 13:59 WIB

5 bulan yang lalu

logo

ITS Luncurkan Sistem Aquaponik Pintar, Panen Melon Perdana Bukti Teknologi Pertanian Makin Presisi

SURABAYA | klikku.id – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali memamerkan gebrakan teknologi di sektor pertanian.

Kampus teknologi terbesar di Jawa Timur itu resmi meluncurkan Sistem Aquaponik Pintar (SIAP) dan platform pertanian presisi I-Farm, Kamis (20/11).

Peluncuran berbarengan dengan panen perdana baby melon Sagami di kawasan Urban Farming ITS, Sukolilo.

Wakil Rektor IV ITS, Prof Agus Muhamad Hatta, menjelaskan bahwa I-Farm dirancang sebagai sistem pertanian cerdas yang menggabungkan aquaponik modern, sensor monitoring, dan pengelolaan data berbasis digital. Seluruh proses budidaya—dari tanaman hingga ikan—dikendalikan dalam satu ekosistem.

“I-Farm kami siapkan sebagai model pertanian presisi yang mudah diakses dan efisien,” ujarnya.

Di lapangan, perangkat SIAP bekerja dengan sensor suhu, kelembapan, pH, hingga kadar oksigen yang memantau kondisi ekosistem secara real-time.

Data kemudian diproses oleh sistem berbasis Cloud yang didukung kecerdasan buatan. Teknologi ini memberi rekomendasi otomatis, mulai penyiraman, sirkulasi air, sampai pakan ikan.

“Dengan pemantauan terukur, pertumbuhan tanaman jauh lebih stabil,” tambah Guru Besar Teknik Fisika itu.

ITS berencana memperluas sistem I-Farm dengan menambah unit SIAP dan memperbanyak varietas tanaman yang diuji. Langkah ini ditujukan untuk memperkuat riset pertanian modern sekaligus memperbesar akses pembelajaran inovatif bagi mahasiswa.

“I-Farm kami dorong menjadi pusat riset pertanian cerdas di Indonesia,” tegas Hatta.

Panen perdana baby melon Sagami menjadi bukti nyata efektivitas teknologi tersebut. Melon premium itu menunjukkan kualitas tinggi dan tingkat keberhasilan stabil selama masa budidaya. “Teknologi benar-benar meningkatkan mutu pertanian,” ujarnya bangga.

Inisiatif SIAP dan I-Farm mendukung sejumlah target SDGs, mulai Zero Hunger hingga inovasi industri dan produksi berkelanjutan. ITS berharap inovasi ini membuka peluang kolaborasi lebih luas sekaligus memperkuat ketahanan pangan masa depan.

“Semoga I-Farm menjadi pusat inovasi yang manfaatnya dirasakan masyarakat,” tutup Hatta. AMan


 

141

Baca Lainnya