Ekonomi Bisnis Pendidikan Peristiwa

Selasa, 2 Desember 2025 - 13:29 WIB

5 bulan yang lalu

logo

ITS Luncurkan Andal App, Bantu UMKM Atur Stok Lebih Efisien

SURABAYA | klikku.id — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menghadirkan terobosan anyar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui pengembangan Andal App, aplikasi manajemen persediaan yang dirancang untuk mengatasi masalah stok yang selama ini dikelola hanya berdasarkan intuisi.

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat (Abmas) Departemen Sistem Informasi ITS, Prof Mahendrawathi ER, mengatakan selama ini UMKM kerap menghadapi dua persoalan klasik, kehabisan barang yang paling laris atau justru menumpuk stok yang jarang terjual hingga berisiko kedaluwarsa.

“Dengan modal terbatas, kesalahan mengelola stok membuat perputaran usaha mereka tersendat,” ujarnya.

Melihat tantangan tersebut, tim ITS mengembangkan Andal App dengan menerapkan metode klasifikasi ABC—sistem dasar dalam manajemen persediaan untuk menentukan prioritas barang berdasarkan kontribusinya terhadap pendapatan.

Barang kategori A menjadi prioritas utama dan tidak boleh kehabisan stok, kategori B memiliki nilai menengah, sementara kategori C adalah barang bernilai rendah. Melalui klasifikasi ini, aplikasi kemudian memberikan rekomendasi kapan UMKM harus memesan ulang.

Mahe mengakui tantangan terbesar bukan pada teknologinya, melainkan kebiasaan pencatatan. Banyak pemilik warung tidak memiliki waktu mencatat setiap transaksi.

Karena itu, Andal App dirancang fleksibel: pengguna cukup melakukan rekap sekali di akhir hari. “Kami menyesuaikan dengan ritme UMKM. Yang penting datanya tetap masuk,” katanya.

ITS telah memperkenalkan aplikasi ini melalui workshop pada 6 November lalu, diikuti para pelaku UMKM di Surabaya.

Andal App kini dikembangkan menjadi versi Android bernama SiStock, dan sedang diuji coba oleh 14 pemilik UMKM untuk menyempurnakan fitur serta tampilan antarmuka.

Inovasi ini menjadi bagian dari kontribusi ITS pada SDGs poin 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Mahe berharap teknologi tersebut dapat meningkatkan efisiensi usaha sekaligus membuka peluang omzet lebih besar.

“Dengan aplikasi ini, pemilik warung bisa menyediakan barang tepat jenis, tepat jumlah, dan tepat waktu,” ujarnya. AMan


 

166

Baca Lainnya