JAKARTA | klikku.id – Pemerintah pusat mulai menata langkah pemulihan pascabencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Tahap awal, hunian sementara (huntara) disiapkan untuk warga yang kehilangan rumah, disusul pembangunan hunian tetap (huntap) sebagai bagian dari agenda rekonstruksi.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa proses penanganan saat ini masih berfokus pada fase kegawatdaruratan. Tim gabungan masih melakukan pencarian korban serta membuka akses ke wilayah yang terisolasi.
“Setelah kondisi darurat mereda, pembangunan hunian sementara dan hunian tetap akan langsung dimulai. Semua sudah masuk dalam rencana rehabilitasi,” ujarnya.
BNPB tengah menyusun pemetaan kerusakan dan kebutuhan rumah sementara di tiga provinsi tersebut. Mensos menjelaskan, pembangunan huntap nantinya akan dikoordinasikan dengan pemerintah daerah, termasuk penyiapan lahan.
“Biasanya daerah menyediakan lahan pemerintah. Polanya sama seperti penanganan bencana di Lumajang atau daerah lain,” jelasnya.
Gus Ipul, sapaan akrab Mensos, mengakui medan yang sulit menjadi tantangan besar. Banyak lokasi terdampak tidak bisa ditembus kendaraan darat akibat longsor.
“Wali Kota Sibolga saja baru bisa keluar setelah dua hari terjebak. Kondisinya memang berat,” katanya.
Kemensos terus memperkuat dukungan logistik untuk para pengungsi. Hingga 1 Desember, bantuan bufferstock untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar telah mencapai sekitar Rp14,5 miliar.
Selain itu, layanan dapur umum dan dapur mandiri dikerahkan dengan nilai bantuan sekitar Rp4,5 miliar.
Di lapangan, distribusi bantuan dilakukan paralel dengan evakuasi warga. Pemerintah berharap tahap rehabilitasi bisa berjalan lebih cepat setelah akses utama terbuka kembali. R3d
