SURABAYA | klikku.id – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) bergerak cepat merespons bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
Kampus tersebut menyiapkan tim tenaga kesehatan lengkap hingga satu unit mobil UNUSA-Water untuk dikirim ke daerah terdampak.
Keputusan ini diambil langsung oleh Rektor Unusa, Prof. Triyogi Yuwono, dalam rapat koordinasi, Rabu (10/12). Tim yang diberangkatkan mencakup dokter, perawat, bidan, ahli gizi, dokter koas, ahli sanitasi lingkungan, epidemiolog, dan tenaga promosi kesehatan.
“Kami sudah memiliki MoU dengan Universitas Syiah Kuala. Kerja sama ini bisa kami realisasikan untuk pengabdian masyarakat di lokasi bencana,” ujarnya.
Unusa menetapkan Kabupaten Bener Meriah, Aceh, sebagai titik prioritas bantuan. Daerah ini menjadi salah satu wilayah paling parah terdampak.
Hingga kini, 46.611 jiwa masih terisolasi karena akses jalan dan jembatan yang putus total. Distribusi logistik tersendat, listrik padam, dan jaringan komunikasi belum pulih.
“Situasinya darurat. Banyak warga harus berjalan kaki jauh hanya untuk mengambil bantuan,” kata Prof. Triyogi.
Unusa juga tengah mencari mitra pengiriman agar mobil UNUSA-Water dapat diangkut ke Aceh. Opsi kerja sama dengan TNI AL sedang dijajaki.
Di sisi internal kampus, pendataan terhadap mahasiswa asal tiga provinsi terdampak terus dilakukan. Dr. Umdatus Sholeha, Direktur Akademik, Kemahasiswaan, dan Perpustakaan, menyebut ada 13 mahasiswa yang berasal dari wilayah bencana.
“Enam mahasiswa sudah kami hubungi. Mereka menyampaikan belum membutuhkan bantuan. Namun kami tetap siaga jika situasinya berubah,” tegasnya.
Untuk memperluas dukungan, Unusa bersama Ormawa membuka rekening Unusa Peduli sebagai wadah penggalangan donasi. Mahasiswa juga diterjunkan ke rumah sakit di bawah naungan Yarsis untuk membuka akses donatur.
“Harapan kami, bantuan tidak hanya datang dari civitas akademika, tapi juga masyarakat luas,” tambah Umdatus. AMan
