Kasuistika Pemerintahan

Sabtu, 27 Desember 2025 - 10:29 WIB

4 bulan yang lalu

logo

Kasus Pengusiran Nenek Elina Jadi Atensi Serius,Pemkot  Surabaya Siap Bentuk Satgas Anti-Preman

SURABAYA | klikku.id – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan kasus dugaan pengusiran terhadap lansia Nenek Elina Widjajanti menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Surabaya.

Proses hukum yang kini ditangani Polda Jawa Timur diminta berjalan cepat, transparan, dan memberi rasa keadilan bagi korban.

Eri menegaskan dirinya akan berkoordinasi langsung dengan Polda Jatim untuk memastikan penanganan perkara tidak berlarut-larut. Menurutnya, penyelesaian yang tegas penting untuk menjaga rasa aman sekaligus kepercayaan warga terhadap negara.

“Ini harus cepat selesai. Keamanan dan rasa percaya warga Surabaya tidak boleh terganggu,” kata Eri, Jumat (26/12).

Kasus yang diduga melibatkan oknum organisasi masyarakat itu, menurut Eri, menjadi peringatan serius bagi Pemkot Surabaya untuk memperkuat perlindungan terhadap warga, khususnya kelompok rentan seperti lansia.

Sebagai langkah konkret, Pemkot Surabaya berencana membentuk Satgas Anti-Preman. Satgas ini akan melibatkan unsur TNI, Polri, serta perwakilan lintas suku dan elemen masyarakat.

“Tidak boleh ada tindakan semena-mena di Surabaya. Satgas ini dibentuk untuk memastikan tidak ada warga yang diperlakukan sewenang-wenang,” tegasnya.

Eri menekankan, Surabaya adalah rumah bersama. Tidak ada ruang bagi intimidasi, kekerasan, atau praktik premanisme dengan dalih apa pun. Semua warga, tanpa memandang latar belakang suku atau kelompok, memiliki hak yang sama atas rasa aman.

“Surabaya tidak mengenal sekat suku. Semua adalah warga Surabaya,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan tidak terpancing konflik horizontal. Menurutnya, keberanian melawan ketidakadilan harus dilakukan secara bersama-sama, namun tetap dalam koridor hukum.

“Kalau ada yang menindas warga Surabaya, ayo kita lawan bersama. Tapi lewat jalur hukum, bukan dengan benturan antarwarga,” katanya.

Eri memastikan Pemkot Surabaya akan terus memantau perkembangan kasus Nenek Elina hingga tuntas.

Ia berharap penegakan hukum yang tegas menjadi pesan kuat bahwa Surabaya tidak memberi ruang bagi premanisme, serta menjamin perlindungan bagi seluruh warganya. AMan


 

227

Baca Lainnya