Pemerintahan Pendidikan Peristiwa

Selasa, 6 Januari 2026 - 10:28 WIB

4 bulan yang lalu

logo

Pemprov Jatim Resmikan Pusat Deteksi Dini, Layanan Anak Tunarungu Kian Terintegrasi

SURABAYA | klikku.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperkuat komitmen layanan inklusif bagi anak dengan hambatan pendengaran melalui peresmian Resource Center Unit Observasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Ketunarunguan di SLB-B Negeri Karya Mulya Surabaya, Selasa (6/1/2026).

Fasilitas ini dirancang sebagai pusat rujukan deteksi dini gangguan pendengaran, mulai dari masa kehamilan hingga usia balita, sekaligus penguatan intervensi medis dan edukatif secara terpadu.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan, kehadiran resource center tersebut menjadi bukti konsistensi Jawa Timur dalam membangun layanan inklusivitas yang berkelanjutan.

“Selama puluhan tahun kami membangun sinergi dengan berbagai pihak. Ini yang membuat Jawa Timur relatif progresif dalam pengembangan layanan pendidikan dan kesehatan inklusif,” ujar Khofifah.

Peresmian pusat layanan ini dilakukan bersamaan dengan peresmian gedung SLB-B Negeri Karya Mulya Surabaya. Pada kesempatan itu, Pemprov Jatim juga menerima Piagam Penghargaan dari Hearing Aid East Java sebagai bentuk apresiasi atas dukungan berkelanjutan selama lebih dari tiga dekade.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Indonesia Institute and Board of Hearing Aids East Java, Vicki Richardson, yang menilai Jawa Timur konsisten mendukung penguatan layanan deteksi dini ketunarunguan.

Khofifah menjelaskan, deteksi dini memiliki peran krusial dalam menentukan kualitas tumbuh kembang anak dengan hambatan pendengaran. Selain aspek medis, pendampingan keluarga juga menjadi fokus utama.

“Bukan hanya mendeteksi lebih awal, tapi juga mempersiapkan orang tua. Mulai dari pemahaman kondisi anak hingga hal teknis seperti perawatan alat bantu pendengaran,” jelasnya.

Resource center ini merupakan hasil kolaborasi antara SLB-B Negeri Karya Mulya Surabaya dengan RSUD Dr. Soetomo dan RS Islam Surabaya, sehingga layanan kesehatan dan pendidikan dapat berjalan seiring.

Menurut Khofifah, pendekatan terintegrasi tersebut membantu keluarga menjadi lebih adaptif dan antisipatif dalam mendampingi anak berkebutuhan khusus.

Ke depan, Pemprov Jatim membuka peluang penguatan kerja sama lintas sektor, termasuk kolaborasi internasional, untuk memperluas akses alat bantu pendengaran, peningkatan kapasitas tenaga medis, serta pengembangan layanan inklusi yang lebih komprehensif di seluruh Jawa Timur. Nughie


 

179

Baca Lainnya