Daerah

Sabtu, 10 Januari 2026 - 21:25 WIB

4 bulan yang lalu

logo

Foto ist Anam klikku.id

Foto ist Anam klikku.id

MASYUMI RI dan GHPI Tetapkan K.H. Tommy Soeharto sebagai “Lokomotif Ekonomi Kerakyatan”, Sinyal Kuat Poros Politik Alternatif

Jakarta | klikku.id — Peta politik nasional kembali menunjukkan dinamika baru. Partai MASYUMI RI bersama Partai MASYUMIKU dan Pengurus Besar Gerakan Haluan Pemuda Islam (PB GHPI) secara terbuka menyematkan gelar “Lokomotif Ekonomi Kerakyatan” kepada K.H. Tommy Soeharto. Langkah ini dibaca sebagai sinyal politik kuat atas munculnya figur alternatif di tengah stagnasi narasi ekonomi elitis yang selama ini mendominasi kebijakan nasional.

Sekretaris Jenderal DPP Partai MASYUMIKU sekaligus Ketua Tim Pemenangan Pemilu Nasional, Sulistyo, menegaskan bahwa pengaruh politik Tommy Soeharto masih memiliki daya magnet signifikan. Bahkan, menurutnya, hasil penilaian internal partai menunjukkan bahwa elektabilitas Tommy Soeharto akan berada pada level tertinggi apabila ia membentuk kendaraan politik sendiri.

“Rating beliau sebagai tokoh berpengaruh relatif tertinggi. Ini menunjukkan kharisma dan daya tarik politiknya masih sangat kuat hingga hari ini,” tegas Sulistyo.
Menurut MASYUMIKU, kondisi tersebut menjadi indikator bahwa publik masih membuka ruang bagi figur yang menawarkan jalur ekonomi kerakyatan sebagai antitesis dari model pembangunan yang dinilai semakin menjauh dari kepentingan rakyat kecil.

Nada serupa disampaikan Ketua Majelis Syuro PB GHPI, Abdullah Amas. Ia menyebut, penyematan gelar tersebut bukan simbol kosong, melainkan hasil pembacaan politik terhadap konsistensi gagasan Tommy Soeharto yang dinilai berani menempatkan ekonomi rakyat sebagai poros utama.
“Kami melihat langsung kampanye ekonomi kerakyatan Mas Tommy. Mulai dari program ternak lele, saung berkarya, hingga model pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas. Ini bukan sekadar jargon, tapi kerja politik berbasis praksis,” ujar Abdullah Amas.

GHPI menilai, K.H. Tommy Soeharto telah memosisikan diri sebagai figur penghubung antara Islam, kemandirian ekonomi, dan nasionalisme, sebuah kombinasi yang dianggap relevan dengan keresahan sosial masyarakat bawah yang semakin tertekan oleh kebijakan ekonomi makro yang tidak berpihak.

Lebih jauh, Abdullah Amas yang juga Ketua Majelis Syuro DPP Partai MASYUMI RI menyampaikan ajakan politis kepada Tommy Soeharto untuk ikut menyebarluaskan pesan Mimpi Muhammad Qasim (MQ) yang tengah viral di ruang publik. GHPI memandang pesan tersebut bukan sekadar fenomena spiritual, melainkan instrumen moral yang dapat membentuk kesadaran politik umat.

“Banyak masyarakat merasakan perubahan nyata setelah mengamalkan pesan tersebut. Ini menunjukkan bahwa politik tidak hanya soal kekuasaan, tetapi juga soal nilai, ketakwaan, dan keberpihakan,” kata Abdullah Amas.

GHPI mengaitkan fenomena tersebut dengan narasi keadilan sosial dan keberkahan ekonomi sebagaimana termaktub dalam Surah Al-A’raf ayat 96, yang menurut mereka relevan sebagai landasan etik bagi pembangunan nasional.

Penyematan gelar “Lokomotif Ekonomi Kerakyatan” kepada K.H. Tommy Soeharto dinilai sebagai langkah strategis Partai MASYUMI RI dan GHPI dalam membangun poros politik alternatif, yang menggabungkan agenda ekonomi rakyat, spiritualitas, dan perlawanan terhadap dominasi oligarki ekonomi.

Langkah ini sekaligus mempertegas bahwa kontestasi politik nasional ke depan tidak lagi semata ditentukan oleh kekuatan modal dan elite, melainkan oleh siapa yang mampu merebut kepercayaan rakyat melalui gagasan ekonomi kerakyatan yang konkret dan bernilai ideologis.

(Anam)

155

Baca Lainnya