Internasional Pendidikan

Rabu, 21 Januari 2026 - 08:29 WIB

4 bulan yang lalu

logo

ITS Pimpin Forum ASEAN–Jepang, Perkuat Poros Riset Teknik Kawasan

SURABAYA | klikku.id – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kian mantap menapaki panggung internasional. Kampus teknik kebanggaan Indonesia itu dipercaya memimpin AUN/SEED-Net Steering Committee Meeting 2026 yang digelar di Bangkok, Thailand, pekan lalu.

Forum ini menjadi simpul penting kolaborasi riset dan pendidikan teknik antara perguruan tinggi ASEAN dan Jepang.

Wakil Rektor IV ITS Prof. Agus Muhamad Hatta menyebut AUN/SEED-Net sebagai jejaring strategis yang telah berkelanjutan sejak 2001 dengan dukungan Japan International Cooperation Agency (JICA).

“Ini investasi jangka panjang berbasis penguatan SDM. Melibatkan 26 kampus di ASEAN dan 18 universitas di Jepang,” ujar Hatta.

Dalam sidang, para delegasi membahas evaluasi program, pengelolaan ASEAN Engineering Journal, penguatan basis data alumni, hingga kinerja lima konsorsium riset yang menjadi tulang punggung kolaborasi teknik ASEAN–Jepang. Sebagai pimpinan forum, Hatta memastikan pembahasan berjalan sistematis dan berorientasi hasil.

Agenda penting lain adalah penandatanganan Cooperative Framework of Project, penanda dimulainya fase baru kerja sama. Melalui dokumen ini, ITS menegaskan komitmennya sebagai Member Institution yang aktif selama periode implementasi kerangka kolaborasi.

Tak hanya riset, ITS juga menyiapkan langkah konkret di bidang mobilitas mahasiswa. Direktorat Kemitraan Global (DKG) didorong untuk memperluas partisipasi mahasiswa ITS dalam program pertukaran dan magang di bawah jejaring AUN/SEED-Net. “Akses internasional harus dirasakan langsung oleh mahasiswa,” kata Hatta.

Ke depan, ITS akan mengintensifkan matchmaking peneliti, mencocokkan topik unggulan ITS dengan kepakaran mitra global. Strategi ini diharapkan membuka peluang hibah lebih besar dan mempercepat lahirnya riset kolaboratif berdampak.

“Kami ingin kolaborasi tidak berhenti di MoU, tetapi menghasilkan karya dan solusi,” tegas Guru Besar Teknik Fisika itu.

Lewat peran aktif ini, ITS memperkuat posisinya sebagai leading research university di kawasan. Sekaligus, kontribusi ITS diarahkan untuk mendukung SDGs, khususnya poin 4 (Pendidikan Berkualitas) dan poin 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). AMan


 

177

Baca Lainnya