BANGKALAN | klikku.id – Suasana khidmat dan penuh kehangatan menyelimuti pertemuan keluarga besar Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Tanah Merah dalam agenda Buka Puasa Bersama yang dirangkai dengan peresmian Majelis Alumni IPNU-IPPNU Tanah Merah.
Momentum ini menjadi catatan penting dalam perjalanan organisasi pelajar Nahdlatul Ulama di tingkat kecamatan. Mengusung tema “Dari Kader, Oleh Alumni, Untuk Organisasi,” peresmian tersebut menjadi simbol komitmen para alumni untuk tetap menjaga akar perjuangan, meski telah purna tugas secara struktural.
Sekitar 50 hingga 60 rekan dan rekanita lintas generasi hadir dalam kegiatan itu. Mereka datang dari berbagai latar belakang profesi dan kiprah sosial, menciptakan ruang dialektika yang segar mempertemukan idealisme kader aktif dengan kebijaksanaan para senior yang telah matang pengalaman.
Acara kian bermakna dengan kehadiran H. Syafiuddin Asmoro, Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, yang hadir sebagai Majelis Pembina IPNU Tanah Merah.
Dalam orasinya, ia menegaskan bahwa IPNU dan IPPNU adalah persemaian kepemimpinan yang telah melahirkan banyak tokoh di berbagai bidang. Menurutnya, organisasi pelajar NU harus terus diperkuat dengan jejaring alumni yang solid dan terstruktur.

“Organisasi ini bukan sekadar tempat belajar berorganisasi, tetapi ruang pembentukan karakter dan kepemimpinan. Majelis Alumni harus menjadi jembatan strategis untuk mentransfer pengalaman, membuka akses, serta membimbing kader-kader muda menghadapi tantangan zaman,” ujarnya di hadapan para hadirin.
Sebagai tokoh nasional yang tumbuh dari rahim organisasi pelajar NU, ia menekankan bahwa penguatan alumni bukan hanya untuk romantisme masa lalu, melainkan investasi masa depan organisasi.
Peresmian Majelis Alumni ini ditegaskan bukan sekadar seremoni formalitas. Lebih dari itu, ia menjadi gerakan kultural untuk memastikan potensi besar para alumni dapat terkanalisasi kembali demi kemajuan IPNU-IPPNU di tingkat akar rumput.
Wadah ini diproyeksikan sebagai pusat inkubasi gagasan, ruang konsolidasi, sekaligus pusat pendampingan kader. Dengan dukungan para senior, Majelis Alumni diharapkan mampu menghadirkan program strategis yang menyentuh kebutuhan riil kader dan masyarakat.
Momentum buka puasa bersama tersebut pun menjadi simbol kuat bahwa pengabdian di lingkungan Nahdlatul Ulama tidak mengenal kata purna. Setiap alumni, sejauh apa pun melangkah, tetap memiliki tanggung jawab moral terhadap organisasi yang pernah membesarkannya.
Melalui sinergi lintas generasi ini, IPNU-IPPNU Tanah Merah menegaskan satu pesan: dari kader tumbuh alumni, dan dari alumni kembali menguatkan kader—sebuah siklus pengabdian yang terus berputar demi kejayaan organisasi.
(Penulis: Sahri)
