SURABAYA | klikku.id – Menyambut arus mudik Lebaran 1447 Hijriah, BKKBN Jawa Timur bergerak aktif menghadirkan layanan keluarga di jalur mudik. Program bertajuk “SAPA PEMUDIK” ini digelar untuk memastikan perjalanan masyarakat tetap aman, sehat, dan nyaman.
Plt Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur, Sukamto, menegaskan mudik bukan sekadar perjalanan pulang kampung, tetapi juga momen penting memperkuat peran keluarga.
“Di perjalanan, kami ingin memastikan kesehatan dan kenyamanan keluarga tetap terjaga, sekaligus akses informasi tidak terputus,” ujarnya, Senin (16/3).
Program ini diawali dengan kegiatan ASN Peduli di Posko Mudik Bangga Kencana, Terminal Bratang. Sebanyak 250 pemudik mendapat edukasi program keluarga sekaligus pembagian takjil menjelang berbuka puasa.
Selanjutnya, layanan kesehatan dan KB gratis digelar pada 17–18 serta 25–26 Maret 2026 di rest area Tol Trans Jawa, tepatnya di Rest Area 725A Tol Trans Jawa dan Rest Area 726 Tol Trans Jawa. Layanan ini mencakup pemeriksaan kesehatan, edukasi reproduksi, hingga pelayanan KB bagi pemudik.
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai pihak, seperti kepolisian, dinas kesehatan, hingga Ikatan Bidan Indonesia.
Tak hanya itu, program “Mudik Bareng Tim Pendamping Keluarga (TPK)” juga digelar dengan rute Surabaya–Malang. Program ini menyasar keluarga berisiko stunting, ibu hamil, serta akseptor KB agar tetap mendapatkan pendampingan selama perjalanan.
Menurut Sukamto, keberadaan TPK yang terdiri dari bidan, kader PKK, dan kader KB menjadi ujung tombak pelayanan di lapangan, terutama dalam memberikan konsultasi langsung kepada pemudik.
Jawa Timur sebagai salah satu simpul utama arus mudik di Indonesia diharapkan bisa menjadi pelopor gerakan mudik sehat dan bahagia.
Melalui program ini, BKKBN ingin memastikan pembangunan keluarga tetap berjalan, bahkan di tengah padatnya arus mudik Lebaran. AMan
