BANGKALAN | klikku.id — Pemerintah bersama PT PLN (Persero) menggelar sosialisasi awal rencana pengadaan tanah untuk pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV di wilayah Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, Senin (13/4).
Kegiatan yang berlangsung di aula BUMDes Desa Burneh, kawasan rest area akses Suramadu tersebut dihadiri unsur Forkopimcam dari empat kecamatan, yakni Burneh, Tragah, Socah, dan Labang. Sosialisasi juga menghadirkan pemateri dari Kejaksaan, Badan Pertanahan Nasional (BPN), serta pihak PLN.
Camat Burneh, Erwin, menyampaikan apresiasi atas inisiasi sosialisasi tersebut. Ia menegaskan bahwa pemerintah kecamatan mendukung penuh pelaksanaan proyek strategis nasional pembangunan jalur SUTT 150 kV Batu Marmar–Bangkalan dan Bangkalan–T.22.
“Kami menyambut baik dan mengapresiasi PLN yang telah menginisiasi kegiatan ini. Sebagai pemerintah kecamatan, kami sangat mendukung penuh proyek ini karena sangat vital untuk menjamin ketersediaan dan stabilitas pasokan listrik di Bangkalan khususnya dan Madura pada umumnya,” ujarnya.
Menurutnya, sektor kelistrikan merupakan faktor penting dalam mendorong pembangunan daerah. Ketersediaan listrik yang andal diyakini mampu menarik investasi, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kelistrikan adalah urat nadi pembangunan. Semakin baik sistem kelistrikan, semakin besar peluang kita untuk menarik investasi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Meski demikian, Erwin menekankan bahwa proses pengadaan tanah harus menjadi perhatian serius karena menyangkut kepentingan masyarakat luas, khususnya para pemilik lahan yang terdampak.
Ia mengimbau masyarakat untuk aktif memahami rencana pembangunan dan tidak ragu menyampaikan aspirasi. Di sisi lain, ia juga meminta pihak PLN agar menjalankan proses pengadaan tanah secara transparan, adil, serta sesuai ketentuan perundang-undangan.
“Kami berharap nilai ganti rugi mencerminkan harga pasar yang wajar dan prosesnya tetap menghormati hak-hak masyarakat,” tegasnya.
Selain itu, perangkat desa dan aparat keamanan diminta turut berperan menjaga kondusivitas selama proses berlangsung. Pemerintah Kecamatan Burneh, lanjutnya, siap menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dan pihak terkait.
“Kami siap memfasilitasi dan memediasi jika ada kendala di lapangan, agar tidak ada pihak yang dirugikan dan tujuan pembangunan untuk kemaslahatan bersama dapat tercapai,” pungkasnya.
Pembangunan SUTT 150 kV ini diharapkan mampu memperkuat sistem kelistrikan di wilayah Madura sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bangkalan dan sekitarnya.
#Anam
