Daerah

Senin, 11 Mei 2026 - 13:32 WIB

4 jam yang lalu

logo

Dok Foto : gambar klikku.id ist Anam Biro Bangkalan. PUDAM Sumber Sejahtera Bangkalan Mulai Program Penurunan NRW.

Dok Foto : gambar klikku.id ist Anam Biro Bangkalan. PUDAM Sumber Sejahtera Bangkalan Mulai Program Penurunan NRW.

PUDAM Sumber Sejahtera Bangkalan Mulai Program Penurunan NRW

Bangkalan | klikku.id — Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Sumber Sejahtera Bangkalan mulai menjalankan program penurunan Non Revenue Water (NRW) atau tingkat kehilangan air sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan dan pendapatan perusahaan.

Direktur PUDAM Sumber Sejahtera Bangkalan, Sjobirin Hasan, mengatakan program tersebut diawali dengan kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) dan pengenalan pemahaman kepada seluruh karyawan, mulai dari jajaran manajer hingga petugas keamanan.

Menurutnya, NRW merupakan selisih antara air yang didistribusikan dengan air yang tercatat atau terjual kepada pelanggan. Persoalan tersebut, kata dia, menjadi tantangan hampir di seluruh PDAM di Indonesia, termasuk di Kabupaten Bangkalan.

“Problem ini sebenarnya sudah menjadi persoalan lama dan harus dicarikan solusinya. Karena itu kami mulai melakukan program penurunan NRW dengan melibatkan seluruh elemen karyawan agar memiliki kepedulian terhadap tingkat kehilangan air,” ujar Sjobirin Hasan.

Ia menjelaskan, terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan tingginya tingkat kehilangan air, di antaranya kebocoran pipa, ketidakakuratan sistem pembacaan meter air, sambungan ilegal, hingga kerusakan water meter pelanggan.

Untuk mendukung program tersebut, PUDAM juga mulai memperkenalkan sejumlah instrumen pendukung seperti flowmeter dan leak detector atau alat pendeteksi kebocoran.

“Kami ingin menelusuri secara detail penyebab selisih air ini. Apakah berasal dari kebocoran pipa, sistem pembacaan meter yang kurang akurat, atau faktor lainnya seperti sambungan ilegal dan water meter yang rusak,” katanya.

Pelaksanaan pelatihan dan pengenalan program NRW itu dijadwalkan berlangsung selama dua hingga tiga hari dengan sistem pembagian beberapa sesi agar peserta lebih fokus dalam menerima materi.

Selain diikuti internal PUDAM Bangkalan, kegiatan tersebut juga dihadiri perwakilan sejumlah PDAM lain di Jawa Timur, di antaranya dari Kabupaten Sumenep, Pamekasan, Sampang, Bojonegoro, hingga Kota Madiun.

Sjobirin Hasan menegaskan, program penurunan NRW memiliki tiga target utama, yakni peningkatan kualitas layanan pelanggan, akurasi pencatatan neraca air, serta peningkatan pendapatan perusahaan.

“Target kami ke depan yang pertama layanan kepada pelanggan semakin baik. Kedua, akurasi pencatatan neraca air semakin tepat. Dan ketiga bagaimana pendapatan perusahaan juga semakin meningkat,” pungkasnya.

#Anam

35

Baca Lainnya