Daerah Ekonomi Bisnis Hallo Polisi

Jumat, 22 Mei 2026 - 21:48 WIB

3 jam yang lalu

logo

Dok foto gambar Anam klikku.id Biro Bangkalan.

Dok foto gambar Anam klikku.id Biro Bangkalan.

Dua Bulan Lebih MBG Tak Kunjung Dikirim, Sekolah Penerima Manfaat Dapur SPPG Tanah Merah Dajah Menunggu Kepastian

Bangkalan | Klikku.id — Program Makan Bergizi Gratis atau MBG yang semestinya menjadi layanan berkelanjutan bagi peserta didik, kini menyisakan tanda tanya di sejumlah sekolah penerima manfaat wilayah Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan.

Pasalnya, distribusi MBG dari Dapur SPPG Tanah Merah Dajah disebut belum kembali berjalan sejak setelah bulan puasa atau sebelum Lebaran Idul Fitri. Kondisi tersebut membuat sejumlah sekolah penerima manfaat menunggu tanpa kepastian jadwal pengiriman lanjutan.

Keterangan itu disampaikan Ruslan Ahmad, Kepala SDN Baipajung 2. Ia menyebut, penghentian distribusi MBG dari Dapur SPPG Tanah Merah Dajah bukan hanya berdampak pada sekolah yang dipimpinnya, melainkan juga sejumlah lembaga pendidikan lain.

“Yang kena imbasnya dapur MBG Tanah Merah Dajah ini banyak, termasuk SDN Tanah Merah Dajah 1 dan 2, Baipajung 1, 2 dan 3. SMPN 1 Tanah Merah juga,” ungkap Ruslan Ahmad.

Menurut Ruslan, sekolahnya sempat menerima distribusi MBG sekitar dua bulan. Program tersebut diterima sejak Februari hingga bulan puasa. Namun setelah itu, pengiriman berhenti dan belum kembali berjalan hingga saat ini.

“Seingat saya dapatnya bulan Februari sampai bulan puasa, jadi kurang lebih dua bulan. Terakhir sebelum Lebaran,” jelasnya.

Yang menjadi persoalan, hingga kini pihak sekolah belum mendapatkan kepastian kapan distribusi MBG dari dapur tersebut akan dilanjutkan. Padahal, program itu berkaitan langsung dengan layanan makanan bergizi bagi siswa sebagai penerima manfaat. “Sampai sekarang belum ada informasi kapan mau dikirim lagi,” kata Ruslan.

Kondisi tersebut menjadi semakin kasuistik lantaran pihak sekolah mengaku sebenarnya telah mendapat tawaran dari dapur lain untuk melayani kebutuhan MBG. Namun tawaran itu belum diambil karena Dapur SPPG Tanah Merah Dajah disebut masih menyatakan sanggup melanjutkan layanan dan meminta sekolah bersabar.

“Sebenarnya sudah ada dapur lain yang menawarkan ke sekolah kami, tapi karena dapur Tanah Merah Dajah masih sanggup dan meminta kami bersabar, jadi kami masih terus menunggu,” terang Ruslan.

Situasi ini menempatkan sekolah penerima manfaat dalam posisi dilematis. Di satu sisi, sekolah membutuhkan kepastian layanan MBG bagi siswa. Di sisi lain, pihak sekolah masih menunggu komitmen dapur lama yang disebut masih menyatakan sanggup melanjutkan pengiriman.

Sementara itu, dari pihak Dapur SPPG Tanah Merah Dajah, Sahrul Akbar yang mengaku bertugas sebagai Asisten Lapangan atau Aslap, membenarkan bahwa dirinya bertugas di dapur tersebut, bukan sebagai koordinator tingkat kecamatan. “Aslapnya di dapur saja,” kata Sahrul Akbar.

Saat dikonfirmasi mengenai kapan Dapur SPPG Tanah Merah Dajah akan kembali mengirim MBG kepada penerima manfaat, Sahrul menyebut pihaknya masih menunggu arahan dari Ketua SPPG atau Kepala Dapur. “Masih tunggu ketua SPPG-nya,” ujarnya.

Sahrul juga menyampaikan bahwa kondisi suspend atau penghentian sementara operasional dapur tersebut berlangsung sejak setelah bulan puasa. Saat ditanya lebih lanjut, ia menyebut penghentian itu mulai tanggal 1 dan telah berlangsung lebih dari dua bulan. “Dari habis puasa. Tanggal 1. Dua bulan lebih,” terangnya.

Dari rangkaian keterangan tersebut, persoalan Dapur SPPG Tanah Merah Dajah bukan sekadar soal belum adanya pengiriman makanan bergizi. Namun juga menyangkut kejelasan komunikasi, status operasional dapur, serta kepastian hak layanan bagi sekolah penerima manfaat.

Jika dapur masih sanggup melanjutkan layanan, maka sekolah membutuhkan jadwal pasti. Namun apabila terdapat kendala teknis, administratif, atau operasional, maka diperlukan penjelasan terbuka agar sekolah tidak terus berada dalam posisi menunggu.

Program MBG sebagai program prioritas pemerintah memiliki tujuan besar dalam mendukung pemenuhan gizi peserta didik. Karena itu, setiap jeda distribusi yang berlangsung lama berpotensi menimbulkan pertanyaan di tingkat penerima manfaat.

Hingga berita ini disusun, sekolah penerima manfaat masih menunggu kepastian kapan Dapur SPPG Tanah Merah Dajah kembali menyalurkan MBG. Sementara pihak dapur melalui Aslap menyebut masih menunggu arahan dari Ketua SPPG atau Kepala Dapur.

#Anam

42

Baca Lainnya