Daerah

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:09 WIB

6 jam yang lalu

logo

Dok foto gambar ist Anam klikku.id Biro Bangkalan.

Dok foto gambar ist Anam klikku.id Biro Bangkalan.

Dugaan KLB Keracunan Pangan MBG di Kokop Bangkalan, Puluhan Siswa Dilaporkan Alami Gejala Mual dan Muntah

BANGKALAN | klikku.id – Dugaan kejadian luar biasa (KLB) keracunan pangan yang diduga berkaitan dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan, Kamis (4/6). Puluhan siswa dilaporkan mengalami gejala gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan yang didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Informasi yang diterima dari laporan internal yang beredar di kalangan pemangku kepentingan menyebutkan bahwa Tim Satgas MBG telah menerima laporan kejadian tersebut dan sedang melakukan evaluasi.

“Laporannya sudah masuk ke saya, tim satgas sedang mengevaluasi,” ujar salah satu sumber yang menerima laporan awal kejadian.

Berdasarkan dokumen kronologis yang beredar, kejadian pertama kali teridentifikasi di SMAN 1 Kokop. Dalam laporan tersebut disebutkan populasi siswa yang menerima makanan mencapai sekitar 150 orang, dengan jumlah korban yang mengalami keluhan kesehatan sebanyak 22 orang.

Dari jumlah tersebut, satu siswa dilaporkan menjalani perawatan dan observasi lanjutan, sedangkan 21 siswa lainnya telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan penanganan medis.

Menurut kronologi yang tercantum dalam laporan, petugas SPPG tiba di sekolah sekitar pukul 07.10 WIB untuk mendistribusikan makanan MBG. Makanan kemudian dibagikan kepada siswa sekitar pukul 09.00 WIB dan dikonsumsi bersama pada pukul 09.15 WIB.

Menu yang disajikan terdiri dari nasi, sate ayam bumbu kacang, acar timun dan wortel, tempe goreng, serta buah semangka.

Sekitar pukul 09.45 WIB, sejumlah siswa mulai mengeluhkan gejala berupa mual dan pusing. Kondisi tersebut dilaporkan memburuk sekitar pukul 10.45 WIB dengan munculnya keluhan muntah-muntah, pusing, serta tubuh lemas pada sebagian siswa.

Pihak sekolah kemudian mengambil langkah cepat dengan membawa para siswa ke Puskesmas Kokop untuk mendapatkan penanganan medis. Sekitar pukul 11.00 WIB, tim medis mulai menerima dan menangani para siswa yang datang ke unit gawat darurat.

Laporan yang beredar juga menyebutkan bahwa hingga pukul 19.00 WIB jumlah korban yang terdata mencapai 22 orang dan kejadian tersebut disebut telah ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Namun status tersebut masih menunggu konfirmasi resmi dari Dinas Kesehatan dan instansi pemerintah yang berwenang.

Sementara itu, informasi lain yang beredar melalui grup komunikasi internal menyebutkan adanya tambahan siswa yang mengalami keluhan kesehatan dari jenjang pendidikan lain.

Data sementara yang beredar menyebutkan:

  • SMAN 1 Kokop: 21 siswa.
  • SDN Banda Soleh 1: 26 siswa.
  • Informasi lain menyebutkan SDN Banda Soleh 1 mencapai sekitar 30 siswa.
  • SDN Banda Soleh 2: 3 siswa.
  • Terdapat pula laporan susulan yang menyebut adanya siswa dari jenjang MTs yang mengalami keluhan serupa.

Bila angka tersebut seluruhnya terverifikasi, jumlah siswa terdampak dapat mencapai lebih dari 50 orang. Namun demikian, angka tersebut masih bersifat sementara dan belum dapat dijadikan data resmi sebelum dilakukan verifikasi oleh pihak berwenang.

Peristiwa ini memunculkan perhatian publik terhadap mekanisme pengawasan kualitas makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis. Sejumlah pihak menilai perlunya evaluasi menyeluruh terhadap proses pengadaan bahan pangan, pengolahan makanan, distribusi, hingga pengawasan operasional dapur SPPG.

Salah satu sumber yang memahami tata kelola program menyebut fungsi koordinator wilayah (Korwil) seharusnya berfokus pada pengawasan seluruh dapur SPPG yang beroperasi di tingkat kabupaten guna memastikan standar mutu dan keamanan pangan berjalan sesuai ketentuan.

Di sisi lain, sejumlah praktisi hukum dan pemerhati kebijakan mengingatkan agar proses evaluasi dilakukan secara objektif dan berbasis hasil investigasi resmi.

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat pernyataan resmi dari Badan Gizi Nasional (BGN), Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan, maupun pengelola dapur SPPG terkait penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para siswa.

Atas dasar asas praduga tidak bersalah, media ini belum dapat menyimpulkan adanya hubungan sebab-akibat maupun menetapkan pihak yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut sebelum hasil pemeriksaan medis, uji laboratorium sampel makanan, serta investigasi resmi dari instansi terkait diumumkan kepada publik.

Berita ini akan terus diperbarui seiring perkembangan informasi dan keluarnya keterangan resmi dari pihak berwenang.

Note diambil dari berbagai sumber temuan lapangan.

#Anam

60

Baca Lainnya