BANGKALAN | klikku.id – Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan melalui Bidang SMP memastikan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di seluruh SMP negeri maupun swasta berlangsung secara ramah anak, bebas dari praktik perundungan maupun perploncoan, serta berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik.
Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan, Dr. Muhaimin, S.Pd., M.Pd., mengatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah strategis agar pelaksanaan MPLS berjalan sesuai ketentuan dan memberikan pengalaman belajar yang positif bagi seluruh peserta didik baru.
“Untuk menciptakan MPLS yang ramah, Dinas Pendidikan telah menerbitkan petunjuk teknis (juknis), menyelenggarakan webinar, melakukan pendampingan kepada sekolah, serta melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) secara berkelanjutan. Seluruh langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan MPLS berjalan sesuai harapan bersama,” ujarnya, Selasa (14/07).
Menurutnya, tema MPLS tahun ini adalah “Ramah”, yang mencakup tiga aspek utama, yakni ramah anak, ramah lingkungan, dan ramah biaya. Konsep tersebut bertujuan menjadikan sekolah sebagai rumah kedua bagi peserta didik dengan suasana yang aman, nyaman, menyenangkan, sekaligus mendukung pembentukan karakter, kedisiplinan, dan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila.
Untuk memastikan seluruh sekolah menjalankan MPLS sesuai pedoman, Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan membentuk dua tim monitoring. Tim utama dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan bersama Kepala Bidang SMP, sedangkan tim pengawas diterjunkan ke berbagai sekolah hingga hari terakhir pelaksanaan MPLS pada 17 Juli 2026.
“Monev dilakukan untuk memastikan seluruh materi utama MPLS terlaksana dengan baik, mulai dari pengenalan potensi diri peserta didik, pengenalan warga dan lingkungan sekolah, hingga pengenalan lingkungan sekitar sekolah,” jelasnya.
Pada hari pertama MPLS, lanjut Dr. Muhaimin, Dinas Pendidikan juga mendorong keterlibatan aktif orang tua. Para orang tua mengantarkan anak ke sekolah, mengikuti sesi parenting, sekaligus menyerahkan secara resmi putra-putrinya kepada pihak sekolah sebagai bentuk sinergi antara keluarga dan satuan pendidikan dalam mendukung keberhasilan proses pendidikan.
Dari hasil monitoring yang dilakukan pada hari pertama MPLS, Disdik Bangkalan menemukan berbagai praktik baik yang diterapkan sekolah. SMP Negeri 1 Tanah Merah menggandeng Puskesmas Tanah Merah untuk melaksanakan screening kesehatan bagi peserta didik baru sebagai upaya deteksi dini sekaligus meningkatkan kesadaran hidup sehat sejak awal memasuki lingkungan sekolah.
Sementara itu, SMP Negeri 1 Kwanyar menyelenggarakan sesi Siaga Kependudukan sebagai bekal bagi peserta didik dalam memahami isu-isu kependudukan, pembangunan keluarga, serta perencanaan masa depan sejak usia sekolah.
Adapun SMP Negeri 1 Tragah mengembangkan program student agency yang berfokus pada penguatan kepemimpinan murid. Melalui kegiatan tersebut, peserta didik didorong untuk lebih percaya diri, bertanggung jawab, mampu mengambil keputusan, serta berpartisipasi aktif dalam kehidupan sekolah.
Dr. Muhaimin berharap seluruh peserta didik baru dapat mengikuti MPLS dengan penuh semangat dan menjadikan kegiatan tersebut sebagai awal yang baik untuk beradaptasi dengan lingkungan sekolah. Ia juga mengajak orang tua dan seluruh satuan pendidikan untuk terus bersinergi menciptakan ekosistem pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, dan berkualitas, sehingga sekolah benar-benar menjadi rumah kedua yang menyenangkan bagi setiap anak.
#Anam KLIKKU.ID
