Pendidikan Peristiwa

Jumat, 14 Agustus 2026 - 11:34 WIB

7 jam yang lalu

logo

Terinspirasi Perjuangan Jenderal Soedirman, Ratusan Siswa SDM 16 Kreatif Gelar Pawai Kemerdekaan 

SURABAYA | klikku.id – Pawai kemerdekaan menjadi cara berbeda Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya menanamkan nilai kepemimpinan dan perjuangan kepada siswanya.

Sebanyak 535 siswa mengikuti Pawai Semarak Hari Kemerdekaan untuk memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia, Jumat (14/8/2026). Mengenakan beragam kostum adat & kemerdekaan, mereka berkeliling di sekitar lingkungan sekolah dengan mengusung tema “Semarak Pemimpin Merdeka”.

Kepala Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya Ely Rodlifah mengatakan, kegiatan tersebut dirancang agar siswa tidak hanya mengenal sejarah. Tetapi juga memahami nilai perjuangan para pahlawan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Setiap anak memiliki peran, inisiatif, menentukan sikap, dan berani menyuarakan hati,” katanya.

Sosok Jenderal Soedirman menjadi salah satu figur yang diangkat dalam pawai. Sekolah bahkan membuat replika kuda yang digunakan seorang siswa untuk menggambarkan perjalanan sang panglima dalam perjuangan melawan penjajah.

Salah satu siswa kelas 6, Faiz Aqila Adlar, mendapat kesempatan memerankan Jenderal Soedirman. Dia mengaku bangga sekaligus senang.

Menurut Faiz, Jenderal Soedirman memiliki sejumlah karakter yang relevan bagi generasi muda, seperti pantang menyerah, peduli terhadap sesama, teguh memegang prinsip, dan mengutamakan kepentingan bangsa.

“Semangat untuk tidak pantang menyerah adalah kunci mencapai tujuan,” ujarnya.

Namun, pesan kemerdekaan tidak berhenti pada perjuangan fisik. Para siswa juga diajak belajar empati melalui pembagian polo pendem, hidangan berbahan umbi-umbian, kepada warga di sepanjang rute pawai.

Ely juga menjelaskan, polo pendem dipilih sebagai simbol kesederhanaan dan gambaran makanan rakyat pada masa lalu. Anak-anak diajak memahami bahwa makanan merupakan sesuatu yang berharga dan tidak boleh disia-siakan.

Usai pawai, siswa dan guru menggelar Syukuran Polo Pendem di halaman sekolah.

“Kami ingin menjadikan peringatan kemerdekaan bukan sekadar seremoni. Tetapi, menjadi ruang pembelajaran tentang kepemimpinan, perjuangan, kepedulian, dan rasa syukur,” pungkasnya. AM@n


 

59

Baca Lainnya