Sosial

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:38 WIB

1 hari yang lalu

logo

Bongkar Muat Dipangkas Jadi 15 Menit, Gapasdap : Antrean Ketapang-Gilimanuk Mulai Terurai

SURABAYA — Percepatan waktu bongkar muat kapal dari 35 menit menjadi 15 menit menjadi salah satu langkah yang dinilai efektif mengurai antrean kendaraan di lintasan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk.

Ketua Bidang Usaha dan Pentarifan DPP Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (GAPASDAP), Rakhmatika Ardianto, mengatakan kebijakan tersebut memungkinkan kapal melakukan perjalanan lebih banyak sehingga kapasitas angkut harian dapat meningkat.

“Percepatan bongkar muat memungkinkan frekuensi perjalanan kapal ditingkatkan dan diproyeksikan menambah kapasitas angkut harian lebih dari 50 persen,” kata Rakhmatika melalui keterangan yang diterima di Surabaya, Minggu (4/10/2026).

Menurut dia, langkah tersebut merupakan hasil kerja bersama perusahaan penyeberangan dan sejumlah pemangku kepentingan untuk menjaga kelancaran arus kendaraan dan distribusi logistik.

Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk sendiri kembali berjalan lancar dalam lima hari terakhir, yakni 29 September hingga 3 Oktober 2026. Antrean kendaraan yang sebelumnya memanjang kini dapat tertampung di dalam area terminal.

“Syukur alhamdulillah, penyeberangan Ketapang-Gilimanuk sudah kembali lancar. Antrean yang ada saat ini hanya berada di dalam terminal,” ujarnya.

Percepatan tersebut merupakan tindak lanjut kesepakatan rapat pada 28 September 2026 yang dipimpin anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono bersama KSOP, BPTD, ASDP dan pemangku kepentingan terkait.

Kebijakan percepatan bongkar muat dilakukan untuk mengompensasi berkurangnya kapasitas pelayanan akibat penutupan satu pasang dermaga yang tengah direvitalisasi ASDP.

Rakhmatika mengatakan perusahaan penyeberangan harus merelakan waktu bongkar muat yang lebih singkat demi meningkatkan perputaran kapal.

“Perusahaan penyeberangan telah berkorban dengan merelakan alokasi waktu bongkar muat yang lebih singkat. Tujuannya agar perputaran kapal meningkat dan kebutuhan masyarakat serta distribusi logistik tetap terlayani,” katanya.

Namun, ia menegaskan percepatan operasional kapal harus diikuti penyelesaian infrastruktur. Ia meminta penyambungan dan perpanjangan pelengsengan Ketapang diselesaikan maksimal satu bulan serta perbaikan Dermaga Bulusan segera dituntaskan.

Untuk jangka panjang, GAPASDAP juga mendorong penambahan beberapa pasang dermaga. Dari sekitar 58 kapal yang tersedia, hanya sekitar 28 kapal yang dapat beroperasi setiap hari dalam kondisi normal.

15

Baca Lainnya