Ekonomi Bisnis Lifestyle

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:38 WIB

14 jam yang lalu

logo

Empat UMKM Binaan BI Jatim Bawa Wastra Lokal ke Panggung Fesyen Global

SURABAYA | klikku.id – Empat UMKM modest fashion binaan Bank Indonesia (BI) Jawa Timur mendapat kesempatan memperkenalkan karya mereka di panggung fesyen internasional, melalui Indonesia International Modest Fashion Festival (IN2MOTIONFEST) 2026.

Keempat UMKM tersebut adalah Gita Orlin, Riris Ghofir, Elva Fauqo, dan Ulur Wiji. Mereka berpartisipasi dalam IN2MOTIONFEST yang tahun ini berkolaborasi dengan Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) di Jakarta International Convention Center (JICC), pada 14–18 Oktober 2026.

Partisipasi ini menjadi bagian dari upaya BI Jatim memperluas akses pasar bagi pelaku usaha lokal sekaligus meningkatkan daya saing produk modest fashion Jawa Timur di tingkat nasional maupun internasional.

Deputi Gubernur Senior BI Aida S. Budiman mengatakan, industri modest fashion memiliki peluang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja bagi perajin dan desainer, serta meningkatkan ekspor produk kreatif Indonesia.

Berdasarkan laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) 2025/2026, Indonesia menempati peringkat pertama dunia dalam sektor modest fashion.

Posisi tersebut ditopang kekayaan budaya, keragaman desain, dukungan regulasi, serta promosi produk Indonesia di berbagai ajang fesyen internasional.

“Melalui IN2MOTIONFEST, kami ingin mempertemukan pelaku usaha dengan pasar dan calon pembeli potensial agar peluang promosi dapat ditindaklanjuti menjadi transaksi dan kemitraan dagang berkelanjutan,” ujar Aida saat membuka acara, Rabu (14/10/2026).

IN2MOTIONFEST tahun ini mengusung tema Indonesia’s Integrated Modest Fashion Ecosystem: Transforming Modest Fashion Brands into Global Business.

Penyelenggaraan kelima festival tersebut melibatkan kolaborasi BI dan Kementerian Perdagangan untuk menghubungkan penguatan kapasitas usaha dengan perluasan akses pasar.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menilai, modest fashion Indonesia berpeluang menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk Eropa dan berbagai negara di luar kawasan mayoritas Muslim.

Namun, pengembangan industri ini perlu disertai perlindungan kekayaan intelektual agar karya desainer lokal memiliki nilai ekonomi dan daya saing.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana melihat kekayaan wastra Nusantara dan kreativitas fesyen sebagai modal untuk memperkuat wisata belanja Indonesia.

Peragaan busana, pameran, dan kegiatan bisnis dalam IN2MOTIONFEST x JMFW 2026 diharapkan membuka kemitraan sekaligus menarik kunjungan wisatawan.

BI bersama Indonesian Fashion Chamber (IFC) dan kementerian/lembaga terkait, telah mendukung pengembangan pelaku usaha sejak 2018 melalui program IKRA Brand Leveling System.

Pembinaan dilakukan melalui kurasi, pelatihan, pendampingan, pengembangan perajin wastra, serta peningkatan kualitas produk.

Melalui partisipasi UMKM binaan tersebut, BI Jatim berharap kreativitas fesyen daerah tidak hanya dikenal di dalam negeri. Tetapi juga mampu menembus pasar internasional dan memberikan nilai tambah bagi kekayaan wastra Nusantara. AM@n


 

16

Baca Lainnya