Ekonomi Bisnis

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:38 WIB

9 jam yang lalu

logo

TTL Operasikan Alat Listrik, Volume Petikemas Kosong Melonjak 83,82 Persen

SURABAYA | klikku.id – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) mulai mengoperasikan alat bongkar muat petikemas bertenaga listrik di TPK Teluk Lamong sejak 28 Oktober 2026.

Penambahan Empty Container Handler (EH) elektrik ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas pelayanan sekaligus menekan dampak lingkungan dari aktivitas terminal.

Langkah tersebut menjadi bagian dari penerapan konsep Green and Smart Port serta dukungan TTL terhadap target Net Zero Emission (NZE) di sektor kepelabuhanan.

Alat ini memiliki kapasitas angkat hingga 9 ton dan mampu menumpuk petikemas sampai tujuh tingkat. EH elektrik tersebut menggunakan baterai berkapasitas 350 kWh dan motor listrik berkekuatan 135 kW, dengan waktu operasi hingga 12 jam dalam sekali pengisian baterai.

Dengan penambahan satu unit tersebut, TPK Teluk Lamong kini mengoperasikan empat unit Empty Container Handler untuk mendukung pelayanan petikemas kosong atau empty.

Kebutuhan terhadap layanan ini terus meningkat. Pada Januari–September 2026, volume petikemas kosong yang ditangani TPK Teluk Lamong mencapai 34.967 TEUs. Angka tersebut melonjak 83,82 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yang tercatat sebanyak 19.023 TEUs.

Peningkatan volume itu mendorong kebutuhan kapasitas penanganan yang lebih besar, baik untuk petikemas domestik maupun internasional.

Sekretaris Perusahaan PT Terminal Teluk Lamong Syaiful Anam mengatakan, elektrifikasi peralatan akan dilakukan secara bertahap untuk meningkatkan efisiensi sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan.

“Elektrifikasi alat angkat dan angkut petikemas akan dilakukan secara bertahap sebagai bagian dari komitmen TTL dalam memperkuat penerapan konsep Green Port dan mendukung pencapaian target NZE di sektor kepelabuhanan,” jelasnya.

Melalui penggunaan peralatan listrik, TTL berharap operasional terminal semakin efisien dan ramah lingkungan tanpa mengabaikan kualitas pelayanan kepada pengguna jasa. Langkah tersebut sekaligus mendukung upaya transisi energi dan pengembangan pelabuhan berkelanjutan. AM@n


 

21

Baca Lainnya