Kesehatan Pemerintahan

Selasa, 8 Juni 2021 - 06:07 WIB

5 tahun yang lalu

logo

Forkopimda Jatim dan Kepala BNPB Gelar Rapat Koordinasi untuk Antisipasi Peningkatan Kasus Covid-19 di Jatim

Surabaya | klikku.net – Gubernur Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dr. Nico Afinta dan Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito, melakukan rapat koordinasi terkait penanganan Covid-19, di Gedung Rupatama Mapolda Jatim, Senin (7/7/2021) malam.

Dalam kegiatan itu, Kadinkes Provinsi Jatim memberikan pemaparan terkait kondisi saat ini, diantaranya tren rata-rata keterpakaian kapasitas BOR ICU rumah sakit di beberapa daerah Kabupaten/Kota Jawa Timur mencapai 25%. Tingkat prosentase pelaksanaan vaksinasi di Jawa Timur mencapai 64,13 % pada dosis I dan 30.32 % pada dosis ke II per 6 Juni 2021.

Sementara Kepala Satgas Covid-19 Jatim, juga menyampaikan pemaparan terkait tingkat kematian di Jawa Timur akibat Covid- 19 yang mencapai 2,78%. Sedangkan tingkat penggunaan BOR di Kabupaten Bangkalan mencapai 82%.

Varian Covid-19 B.1617 asal India, sudah mulai mendominasi penyebaran di wilayah Jawa Timur. Maka dari itu, perlu memperketat pelaksanaan penerapan prokes dan pembatasan kegiatan masyarakat.

Sedangkan paparan Bupati Bangkalan terkait epicentrum zona merah, yakni Kecamatan Arosbaya yang mengalami lonjakan kasus Covid-19. Diduga akibat tradisi lebaran ketupat, serta kepulangan PMI yang mengabaikan prokes.

“Telah dilakukan pembatasan mobilitas masyarakat, serta tes usap antigen masal di Kecamatan Arosbaya, yang diduga menjadi Epicentrum Penyebaran Covid-19,” ujar Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron.

Paparan Bupati Madiun H. Ahmad Dawami Ragil Saputro, menerangkan tingkat ketersedian BOR mencapai 35%. Serta penerapan larangan isolasi mandiri bagi masyarakat Madiun yang terpapar Covid-19, untuk menekan tingkat penyebaran Covid-19 di masyarakat.

Selain itu, Bupati Tulungagung juga memaparkan terkait Tingkat ketersediaan BOR yang mencapai 63%. Serta tingkat penambahan kasus aktif dalam dua bulan terakhir yang naik, namun tidak signifikan.

Walikota Madiun pun menyampaikan, bahwa tingkat ketersediaan BOR mencapi 69%. Serta upaya penekanan penyebaran Covid-19 di Kota Madiun.

Bupati Trenggalek menerangkan, terkait kasus aktif Covid-19 yang mencapai 86%. Serta tingkat keterpakaian BOR  mencapai 30%.

Paparan Bupati Banyuwangi menjelaskan terkait kasus aktif Covid-19 yang mencapai 101 pasien. Serta tingkat keterpakaian BOR mencapai 51%. Serta Bupati Bojonegoro menerangkan terkait tingkat keterpakaian BOR yang mencapai 58%.

Dari pemaparan bupati dan walikota di Jatim, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto menyebutkan, upaya yang dilaksanakan dalam menekan angka persebaran Covid-19. Yakni melakukan rapat koordinasi, mengecek ketersediaan BOR, penambahan tenaga kesehatan dan alat kesehatan, serta penerapan protokol kesehatan.

“Pelaksanaan penyekatan di perbatasan Surabaya dan Bangkalan pada 6 Juni 2021 terkonfirmasi positif 30 orang, dan pada 7 Juni 2021 terkonfirmasi positif 41 orang. Hal ini perlu menjadi perhatian khusus untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19,” jelas Mayjen TNI Suharyanto.

Sedangkan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta menyebutkan, penambahan kasus Covid-19 di Kabupaten Bangkalan mencapai 40 orang, dengan kasus aktif 115 orang.

“Fokus penaganan Covid-19 di Kabupaten Bangkalan dengan menerapkan 3T dilakukan di 4 (empat) Kecamatan yakni Bangkalan, Arosbaya, Klampis dan Geger,” ungkap Irjen Pol Nico Afinta.

Nico menambahkan, kegiatan ini juga melibatkan Polrestabes Surabaya, Polres Pelabuhan Tanjung Perak dan Polres Bangkalan, dalam melakukan penyekatan di perbatasan Bangkalan dan Surabaya untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Kita perlu bekerja sama dengan meningkatkan komunikasi, koordinasi dan kolaborasi disegala sektor lini, untuk menangani Covid-19,” ungkapnya.

Tidak hanya bupati dan walikota yang memberikan pemaparan terkait kondisi wilayah masing-masing. Ahli Epidomologi BNPB juga memberikan pemaparan terkait kasus kenaikan Covid-19 di Kabupaten Bangkalan, yang tidak diikuti dengan ketersedian BOR yang mencukupi. Hingga menjadi atensi dari BNPB, untuk mengantisipasi dan menekan angka kematian.

“Pembelajaran dari lonjakan kasus di Kabupaten Kudus. Apabila diantisipasi pada dua minggu sebelumnya, maka tidak terjadi lonjakan mencapai 2000 kasus aktif,” ujar Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito.

Ganip juga meminta kepastian ketersediaan BOR, serta tenaga kesehatan di rumah sakit dan tempat isolasi mandiri. Serta memaksimalkan fungsi Posko PPKM mikro, untuk mengendalikan kasus aktif Covid-19.

“Konsisten dan meningkatkan jumlah pemeriksaan, baik tracing maupun testing. Dan pantau kedisiplinan protokol kesehatan dan pembatasan mobilitas penduduk. Serta diperlukan kolaborasi, koordinasi, dan sinergitas antar stake holder dalam menangani kasus Covid-19,” tambahnya.

Terakhir, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyebutkan, Forkopimda Jatim terus melaksanakan pencegahan penularan Covid-19, terutama varian baru. Salah satunya melaksanakan protokol kesehatan ketat bagi PMI yang kembali ke Jatim. Dengan dilakukan karantina dan pemeriksaan tes usap di Asrama Haji, maupun pos PPKM Mikro masing masing wilayah.

“Berkaitan melonjaknya penyebaran Covid-19 di Bangkalan. Kami  melakukan antisipasi dengan penyekatan di Suramadu dan titik lainnya, untuk mencegah penyebaran di daerah lain. Serta pelaksanaan tes usap antigen masal maupun 3T,” pungkas Khofifah. (M F@aza) 


Editor: Joe Meito

140

Baca Lainnya