Surabaya | klikku.net – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur menggelar Rapat Evaluasi Progam Kerja dan Rancangan progam Kerja 2022 MUI Jatim, Sabtu (23/10/2021).
Dalam kesempatan itu, Anggota Dewan Pertimbangan MUI Jatim Prof. Dr. Muhammad Nuh menyatakan pentingnya memberantas tiga hal di Jawa Timur. Yakni kemiskinan, ketidaktahuan, keterbelakangan peradaban.
“Kemiskinan akibat pandemi Covid-19 di Jawa Timur dulu hanya 10 persen, sekarang naik menjadi 11 persen. Dan di antara 10-11 persen, miskinnya sudah lama. Jadi dari kakek neneknya miskin, orangtuanya miskin, dia sendiri miskin, anak cucunya miskin, jadi abadi dalam kemiskinan,” ujar M. Nuh.
Ia pun mengusulkan agar MUI membentuk satgas melawan kemiskinan.
“Seandainya mengambil inisiatif urusan kemiskinan jadi program besar dari MUI. In syaa Allah kemiskinan di Jawa Timur bisa berkurang,” tambahnya.
Sementara itu Ketua MUI Jatim KH Hasan Mutawakkil Alallah mengatakan, evaluasi program kerja ini untuk melihat pencapaian kerja dan perencanaan strategis yang dicanangkan masing- masing komisi dan lembaga MUI, sekaligus melihat kendala yang ada.
“Jika ada kendala, kami akan melihat perencanaan program untuk mencari solusi yang terbaik,” ungkapnya.
Dalam kesempatan ini, ia juga mengucapkan terima kasih pada Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, yang sekaligus Ketua Dewan Pertimbangan MUI, atas bantuan anggaran untuk percepatan organisasi.
“Dukungan anggaran senilai Rp3 Miliar, sebagian kami gunakan untuk renovasi kantor untuk menunjang kerja,” pungkasnya. (@hmad)
Editor: Joe Meito
