Pendidikan

Kamis, 10 Maret 2022 - 12:59 WIB

4 tahun yang lalu

logo

Mahasiswa Undika Ciptakan Alat Pengukur Saturasi Oksigen Online

Surabaya | klikku.net – Pemeriksaan saturasi oksigen pada pasien Covid-19, perlu dilakukan secara berkala oleh para nakes. Saat tren Covid-19 meningkat dan jumlah pasien bertambah. Seringkali membuat para nakes kewalahan.

Hal ini memunculkan ide bagi Rizky Hadi Saputra, mahasiswa S1 Teknik Komputer Universitas Dinamika (Stikom) Surabaya. Dimana ia menciptakan alat monitoring saturasi oksigen secara online.

Dengan alat ini, para kerabat atau keluarga pasien yang melakukan isoman di rumah, bisa memantau sendiri saturasinya.

“Selain itu, alat ini juga bisa digunakan para nakes untuk memantau pasien Covid-19 dari jarak jauh,” ujar mahasiswa angkatan 2018, Kamis (10/3/2022).

Alat sepanjang 8,4 cm dan lebar 3 cm ini, dibuat dengan memanfaatkan teknologi 3D printing. Serta dilengkapi bahan-bahan Wemos D1 Mini sebagai microcontroler. Dan wifi Max30102 sebagai sensor eksimetri saturasi oksigen (Sa02). Oled 0.96 inc, berfungsi untuk menampilkan hasil di layar. Serta Buzzer sebagai penanda jika hasil saturasi di bawah 90.

“Agar bekerja, alat ini harus tersambung dengan powerbank atau batere internal sebagai daya, untuk menyalakannya secara otomatis. Alat ini juga terkoneksi secara online dengan situs monitoringsaturasi.online,” jelas Rizky.

Setelah itu, pasien bisa langsung memasukkan jari dan mendekatkan pada sensornya. Lalu menunggu sekitar 10 detik, untuk mengetahui hasilnya.

“Hasilnya nanti akan tampak di layar dan juga situs monitoringsaturasi.online. Sesuai dengan nama yang sudah diinputkan sebelumnya. Jika hasil saturasi di bawah 90%, alat akan otomatis berbunyi dan memberi peringatan,” ungkapnya.

“Butuh sekitar 4 bulan untuk merancang dan membuatnya. Dan dari hasil uji coba kepada sejumlah teman, nilai akurasinya mencapai 99%,” tambahnya.

Rizky berharap, alat rancangannya ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat luas, khususnya di bidang kedokteran dan rumah sakit.

“Jadi, dokter atau nakes tidak perlu lalu lalang ke rumah pasien isoman, agar menghindari paparan Covid-19. Dengan alat ini, pasien bisa mengukur sendiri saturasinya dan dipantau secara online oleh nakes,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, saat ini sedang mengembangkan alat ini. Agar pada bagian tampilan, lebih mudah menyesuaikan hasil dan nama pengguna. Khususnya saat dipakai secara bersamaan oleh beberapa orang.

Sementara itu, dosen di Prodi Teknik Komputer yang juga merupakan dosen pembimbing Rizky, Heri Pratikno, mengapresiasi inovasi mahasiswanya ini.

“Alat ini sangat up to date dengan kondisi saat ini. Bermanfaat untuk menghindari kontak fisik. Serta menjaga jarak antara penyintas Covid-19, dengan keluarga atau nakes,” ungkap Heri.

Ia berharap, alat monitoring saturasi oksigen online ini dapat diproduksi secara masal. “Saya mendukung inovasi ini. Karena berkontribusi dalam peningkatan layanan kesehatan masyarakat. Selain itu, juga memacu para akademisi, untuk bisa membuat inovasi-inovasi baru yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” pungkasnya. Soen/Roji


Editor: Joe Mesti

198

Baca Lainnya