Hukrim Peristiwa

Kamis, 15 September 2022 - 13:44 WIB

4 tahun yang lalu

logo

Dedik menunjukkan surat laporan kepolisian

Dedik menunjukkan surat laporan kepolisian

Tewas Tak Wajar Saat Ujian Silat, Orang Tua Pelajar Sidoarjo Lapor Polisi

Sidoarjo | klikku.net – Seorang pelajar berinisial AR (17), meninggal dunia setelah mengikuti ujian kenaikan tingkat sabuk, di salah satu perguruan silat di Sidoarjo, Jawa Timur.

Dedik, orang tua AR, menceritakan peristiwa itu berawal saat anaknya berpamitan, untuk mengikuti ujian kenaikan tingkat perguruan silat pada Minggu (11/9), sekitar pukul 06.00 WIB. Dedik mengizinkannya. Saat itu, ia melihat anaknya baik-baik saja.

Selang empat jam kemudian, Dedik mendapat kabar bahwa anaknya dibawa ke klinik. Pukul 11.30 WIB, Dedik didatangi dua pelatih silat, yang mengabarkan bahwa anaknya pingsan hingga dibawa ke klinik.

“Dua pelatih memberikan kabar kalau anak saya pingsan,” kata Dedik.

Dedik mengaku merasa aneh, saat dua pelatih itu bertanya tentang kondisi AR. Yakni apakah anak sulungnya tersebut, memiliki riwayat penyakit sesak napas dan asma.

“Sayajawab jika AR tak memiliki asma dan sesak napas. Kok bisa pingsan?,” ujar Dedik balik bertanya.

Pelatih lalu menjawab jika pelajar kelas XII itu kelelahan. Dedik bersama istrinya, Vevi Vesta serta pelatih, kemudian bersama menuju RSUD Sidoarjo. Saat itu, AR sudah berada di ruang ICU UGD. Dedik pun terkejut melihat anaknya sudah koma.

Dedik mengatakan tubuh anaknya sudah terpasang infus. Tak hanya itu, di hidungnya juga keluar darah. Dedik pun merasa ada yang janggal dengan kondisi anaknya.

“Ini pasti ada apa-apanya. Ini enggak pingsan, tapi sudah koma. Sekitar pukul 18.00 WIB, anak saya dinyatakan meninggal,” imbuh Dedik.

Sempat disemayamkan di rumah, jenazah AR kemudian dimakamkan pada Senin (12/9) sekitar pukul 07.00 WIB.

Dedik kemudian mendapatkan info bahwa anaknya tewas bukan karena kelelahan. Ia mendapat info dari teman anaknya, bahwa AR sempat mengalami kontak fisik sebelum pingsan.

“Dari salah satu temannya itu, baru saya tahu. Bahwa anak saya sempat mendapatkan kontak fisik dengan beberapa seniornya,” tutur Dedik.

Informasi yang didapat Dedik menyebut, usai berlari, ada pukulan dan tendangan yang harus diterima oleh para peserta ujian kenaikan tingkat, termasuk ke AR

Karena merasa janggal dengan kematian anaknya, Dedik melaporkan kematian anaknya ke polisi.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Kusumo Wahyu Bintoro membenarkan adanya peristiwa tersebut. Laporan polisi juga sudah masuk.

“Benar ada kejadian seperti itu, sekarang masih dalam penyelidikan,” kata Kusumo, seperti dilansir detikJatim, Selasa (13/9). @Nto tze


 

213

Baca Lainnya