Ekonomi Bisnis Pendidikan Telekomunikasi

Kamis, 19 Juni 2025 - 18:22 WIB

10 bulan yang lalu

logo

XLSMART Berdayakan 100 Penyandang Disabilitas melalui Program Wirausaha Digital Inklusif

Bandung | klikku.id – XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) mengukuhkan komitmennya pada inklusi digital melalui program CSR unggulan bertajuk “XLSMART Peduli Disabilitas Berdaya 2025”.

Bertempat di Darut Tauhid, Bandung, program ini melatih 100 penyandang disabilitas tuli dan daksa untuk menjadi wirausahawan digital yang mandiri dan berdaya saing.

Program ini melibatkan berbagai mitra strategis, termasuk Darut Tauhid Peduli (DT Peduli), Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI), dan Teman Pintar Indonesia, untuk memberikan pelatihan daring dan luring, serta pendampingan intensif bagi para peserta.

Direktur & Chief Regulatory Officer XLSMART, Merza Fachys, menyatakan bahwa program ini bertujuan menjadikan teknologi sebagai jembatan pemberdayaan bagi penyandang disabilitas.

“Melalui pelatihan dan pendampingan yang inklusif, kami berharap teman-teman disabilitas mampu meningkatkan keterampilan digital mereka, meraih kemandirian ekonomi, dan berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi digital Indonesia,” ujar Merza.

Program ini selaras dengan fokus Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam pendidikan berkualitas, pekerjaan layak, pertumbuhan ekonomi, dan pengurangan ketimpangan.

Pelatihan dimulai sejak 16 Juni 2025 dengan materi seperti keterampilan digital, strategi bisnis, dan penggunaan alat berbasis AI untuk pemasaran konten.

Sebanyak 20 peserta terpilih juga mengikuti pelatihan luring di Bandung pada 17 Juni, di mana mereka mempraktikkan langsung pembuatan konten digital dan strategi kewirausahaan.

Setelah pelatihan, peserta akan mendapatkan pendampingan daring hingga Juli 2025 untuk memastikan implementasi materi berjalan optimal.

Sebagai kelanjutan dari inisiatif yang dimulai pada 2023, program tahun ini memperluas jangkauan dengan menargetkan lebih banyak kota dan peserta.

Merza menambahkan bahwa kolaborasi lintas sektor adalah kunci keberhasilan program ini. “Sekaligus menunjukkan, bahwa pemberdayaan penyandang disabilitas harus menjadi gerakan berkelanjutan, bukan sekadar inisiatif sementara,” pungkasnya. @Man


 

76

Baca Lainnya