Ekonomi Bisnis Kerjasama Pemerintahan

Rabu, 16 Juli 2025 - 15:28 WIB

9 bulan yang lalu

logo

Jatim Pacu Investasi Lewat Forum Tingkat Tinggi, Dorong Iklim Usaha yang Aman dan Inklusif

Surabaya | klikku.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Bank Indonesia, mendorong percepatan realisasi penanaman modal melalui penyelenggaraan High Level Meeting (HLM) Forum Investasi Jawa Timur 2025, Selasa (15/7/2025), di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Forum ini mengusung tema “Akselerasi Peningkatan Investasi untuk Menciptakan Lapangan Kerja” dan dihadiri lebih dari 180 peserta, termasuk 20 bupati dan wali kota, kepala DPMPTSP dan Bappeda dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur, serta sejumlah investor dan pemangku kepentingan strategis lainnya.

HLM Forum Investasi 2025 diawali dengan penandatanganan komitmen antara DPMPTSP Provinsi Jawa Timur dan seluruh DPMPTSP kabupaten/kota. Penandatanganan ini menjadi simbol penguatan sinergi dalam pelayanan investasi demi menciptakan iklim usaha yang lebih ramah dan inklusif.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, memaparkan bahwa sejak penyelenggaraan East Java Investment Forum (EJIF) 2024, telah tercatat 46 proyek Investment Project Ready to Offer (IPRO) senilai Rp57,5 triliun dan 12 Letter of Intent (LoI) dari investor asing.

“Ini pencapaian penting yang menunjukkan potensi besar Jawa Timur dalam menarik investasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujar Adhy.

Untuk mendukung stabilitas dan keamanan investasi, Polda Jawa Timur menyatakan kesiapan mengawal setiap proyek strategis.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim, Kombes Pol Roy Hutton Marullamrata Sihombing, menegaskan bahwa pihaknya akan memperkuat patroli objek vital, menangani potensi konflik sosial, serta mencegah pungutan liar dan praktik premanisme.

Komitmen tersebut diperkuat melalui penandatanganan Deklarasi Bebas Pungli dan Premanisme oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Kapolda serta seluruh kepala daerah.

Deklarasi ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam menciptakan iklim investasi yang bersih, aman, dan kondusif.

Dalam sesi pemaparan, sejumlah kepala daerah memaparkan kesiapan wilayahnya. Bupati Lamongan menggarisbawahi ketersediaan lahan seluas 6.000 hektare untuk sektor industri maritim dan pariwisata, sedangkan Bupati Ngawi menyoroti keunggulan logistik dan efisiensi biaya tenaga kerja, namun meminta sinkronisasi regulasi antar instansi.

Sementara itu, Bupati Nganjuk menekankan pentingnya perbaikan akses jalan provinsi guna menopang kawasan industri yang berkembang pesat.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur, Ibrahim, menambahkan bahwa investasi memiliki peran vital dalam penciptaan lapangan kerja dan peningkatan produktivitas.

Namun, agar investasi tumbuh berkelanjutan, diperlukan peningkatan kualitas SDM, adopsi teknologi digital, serta penguatan sistem keuangan lokal.

Gubernur Khofifah, dalam sambutannya, menegaskan pentingnya menarik investasi baik dari dalam maupun luar negeri, terutama untuk mendukung Proyek Strategis Nasional di bidang ketahanan pangan, seperti industri tebu dan peternakan sapi perah.

Ia juga mendorong seluruh daerah untuk proaktif mencari peluang investasi baru serta mempercepat pembangunan infrastruktur dan efisiensi logistik.

Melalui forum ini, Jawa Timur meneguhkan diri sebagai salah satu motor penggerak ekonomi nasional. Dengan sinergi yang kuat dan komitmen terhadap iklim investasi yang sehat dan inklusif, provinsi ini melangkah mantap menuju transformasi ekonomi yang berkelanjutan. @Man


 

62

Baca Lainnya