Ekonomi Bisnis Transportasi

Senin, 18 Agustus 2025 - 14:49 WIB

9 bulan yang lalu

logo

Sejumlah PO Bus di Jatim Larang Kru Putar Lagu Indonesia karena Takut Kena Royalti

Surabaya | klikku.id – Suasana perjalanan bus antarkota di Jawa Timur mendadak sepi tanpa alunan musik.

Sejumlah Perusahaan Otobus (PO) resmi melarang kru mereka memutar lagu Indonesia di dalam bus, baik melalui pengeras suara maupun gawai pribadi.

Larangan itu diberlakukan sejak Sabtu (16/8/2025). Alasannya, manajemen PO khawatir tiba-tiba ditagih royalti oleh Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN).

“Kalau ada tagihan, konsekuensinya rugi besar di pihak kami. Jadi kami ambil langkah tegas: tidak boleh ada pemutaran musik,” tegas Firmansyah Mustafa, manajemen PO Menggala, Senin (18/8/2025).

Bahkan, menurut edaran internal, jika masih ada kru yang nekat memutar lagu, tagihan royalti bisa langsung dibebankan ke mereka.

Aturan itu merujuk PP 56/2021 tentang Pengelolaan Royalti Hak Cipta Lagu/Musik yang mewajibkan pembayaran royalti setiap kali karya diputar untuk kepentingan komersial.

Tidak hanya PO Menggala, larangan serupa juga diberlakukan PO Eka Mira yang bermarkas di Sidoarjo. Surat edaran mereka menegaskan: “Mulai saat ini dilarang memutar lagu/musik di dalam bus, khususnya musik Indonesia.”

Penelusuran di lapangan, sejumlah nama besar lain juga ikut mengeluarkan kebijakan senada. Mulai dari PO Haryanto, PO Jaya Murni Sejahtera (Bee Buz), PO Efisiens, hingga berbagai bus pariwisata dan travel.

Larangan ini menuai pro-kontra. Bagi penumpang, perjalanan panjang tanpa hiburan musik, tentu terasa janggal. Namun, bagi operator, ancaman beban royalti dianggap lebih merugikan.

Seorang pakar HKI dari UM Surabaya sebelumnya menegaskan, pemutaran lagu di bus memang masuk kategori pemakaian komersial, hingga wajib bayar royalti. Artinya, tanpa izin resmi, setiap lagu yang diputar bisa berujung tagihan.

Kini, tinggal menunggu apakah ada solusi dari pemerintah atau LMKN, agar polemik ini tidak membuat perjalanan bus di Jatim benar-benar terasa “sunyi senyap.” R3d


 

80

Baca Lainnya