Ekonomi Bisnis

Minggu, 31 Agustus 2025 - 14:09 WIB

8 bulan yang lalu

logo

TPK Lamong Gelar Simulasi Serangan Siber dan Kebocoran Petikemas B3

Surabaya | klikku.id – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) menggelar latihan keamanan maritim International Ship and Port Facility Security (ISPS) Code Exercise di Terminal Petikemas Teluk Lamong (TPK Lamong), Sabtu (31/8/2025).

Latihan ini mengusung skenario ekstrem: serangan siber yang melumpuhkan sistem otomasi dan sabotase kebocoran petikemas berisi bahan berbahaya (Dangerous Goods/B3).

Latihan tersebut dihadiri Kepala KSOP Utama Tanjung Perak Agustinus Maun, Kapolsek Benowo Kompol Ikhbal Gunawan, serta dipimpin langsung Terminal Head TPK Lamong, Pierre Rochel Tumbol.

Kehadiran para pejabat ini menegaskan dukungan penuh terhadap penguatan standar keamanan pelabuhan yang berstatus obyek vital nasional.

Agustinus menjelaskan, exercise ini adalah kewajiban setiap pelabuhan internasional yang melayani kapal asing.

“Latihan ini bagian dari uji implementasi ISPS Code. Hasilnya akan kami laporkan ke IMO (International Maritime Organization). Artinya, seluruh pelabuhan internasional, termasuk TPK Lamong, harus siap menghadapi potensi ancaman nyata,” tegasnya.

Sejak beroperasi pada 2014, TPK Lamong dikenal sebagai terminal dengan sistem otomasi tercanggih di Indonesia. Salah satunya Automation Gate System yang memungkinkan keluar-masuk truk petikemas tanpa tatap muka.

Namun, kemajuan ini juga membawa risiko besar. Peretasan bisa melumpuhkan verifikasi gate, mengacaukan data logistik, hingga menghentikan distribusi.

Karena itu, Pierre menegaskan latihan ini bukan sekadar formalitas regulasi. “Kami siapkan matang. Mulai penyusunan skenario, gladi kotor, gladi bersih, hingga puncak pelaksanaan hari ini. Semua demi mengantisipasi ancaman fisik maupun nonfisik agar operasional pelabuhan tetap aman,” jelasnya.

Simulasi mencakup penanganan serangan siber, kebocoran petikemas B3, evakuasi, hingga koordinasi lintas instansi.

Tujuannya mengasah keterampilan Tim Tanggap Darurat TTL, mengevaluasi sistem pengamanan, serta menguji kesiapan komunikasi berbagai pihak saat menghadapi krisis.

Latihan ini juga merupakan kewajiban sesuai PP Nomor 31/2021, Permenhub Nomor 134/2016, serta ISPS Code Part A.18.

Sebagai pelabuhan vital nasional dengan sertifikat Statement of Compliance of a Port Facility (SoCPF) No: 02-0515-DV, TPK Lamong wajib melaksanakan exercise minimal sekali setahun.

Dengan latihan ini, TTL menegaskan posisinya sebagai pelabuhan internasional yang tidak hanya unggul di sisi teknologi, tapi juga konsisten membangun sistem keamanan komprehensif.

“Ke depan, kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan semua pemangku kepentingan demi menciptakan ekosistem pelabuhan yang aman, modern, dan berdaya saing global,” pungkas Pierre. @Man


 

75

Baca Lainnya