Surabaya | klikku.id – Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) terus konsisten memberi kontribusi nyata bagi masyarakat lewat program pengabdian.
Kali ini, giliran Kelompok Kumis Lele di Kelurahan Panjang Jiwo, Surabaya, yang mendapat pendampingan untuk meningkatkan pemasaran produk olahan ikan lele dan bibit lele.
Sebelumnya, pada September 2024 lalu, tim Abdimas UKWMS sudah melaksanakan projek pertama berupa penggunaan listrik tenaga surya untuk budidaya lele serta pelatihan perbaikan kualitas olahan ikan. Tahun ini, program berlanjut dengan fokus pada sisi bisnis, khususnya pemasaran.
Tim Abdimas melibatkan gabungan dua fakultas. Dari Fakultas Teknik, hadir Ir. Diana Lestariningsih, S.T., M.T., ASEAN Eng., selaku Ketua Abdimas, bersama Ir. Albert Gunadhi, S.T., M.T., ASEAN Eng. Sementara dari Fakultas Bisnis, hadir Dr. Antonius Jan Wellyantony P., SE., M.Si.
Walau Kelompok Kumis Lele sudah menghasilkan berbagai olahan ikan, kendala pemasaran masih menjadi masalah utama. Produk sering butuh waktu lama untuk laku terjual, bahkan ada yang tidak terserap pasar sama sekali.
Melihat kondisi itu, Fakultas Bisnis UKWMS memberikan pelatihan khusus pengembangan pemasaran, yang digelar Sabtu (30/8/2025) lalu.
Materi yang diberikan antara lain teknik pengambilan foto produk, strategi pemasaran daring dan luring, branding, hingga mix marketing.
Peserta tidak hanya mendengar teori, tetapi langsung mempraktikkan ilmu yang didapat. Beberapa anggota kelompok bahkan mencoba memotret produk mereka dengan teknik baru dan mengunggahnya ke media sosial sebagai uji coba strategi pemasaran digital.
Menurut Dr. Jan, pelatihan ini bertujuan agar anggota kelompok mampu menyesuaikan diri dengan tuntutan pasar yang semakin digital.
“Melalui pelatihan ini, keterampilan anggota komunitas bisa bertambah. Harapannya, pendapatan dari budidaya ikan juga ikut meningkat,” jelasnya.
Selain anggota Kelompok Kumis Lele, pelatihan juga terbuka bagi warga sekitar yang tertarik dengan budidaya ikan. Diharapkan, semakin banyak warga yang bisa merasakan manfaat sekaligus memperkuat daya saing usaha berbasis komunitas.
Dengan langkah ini, UKWMS bukan hanya mendampingi dari sisi teknologi budidaya, tetapi juga memastikan produk hasil olahan memiliki nilai tambah lewat strategi pemasaran yang tepat. @Man
