Pendidikan

Senin, 22 September 2025 - 16:29 WIB

8 bulan yang lalu

logo

Alexander Weynard Samsico (kiri), wisudawan sarjana terbaik dengan IPK tertinggi pada gelaran Wisuda ke-132 ITS

Alexander Weynard Samsico (kiri), wisudawan sarjana terbaik dengan IPK tertinggi pada gelaran Wisuda ke-132 ITS

Weynard & Jasmine, Lulusan Terbaik ITS dengan Segudang Prestasi

Surabaya | klikku.id – Wisuda ke-132 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menghadirkan cerita sukses yang menginspirasi. Dua nama mencuri perhatian, Alexander Weynard Samsico dan Jasmine Angelia Suriawan.

Keduanya dinobatkan sebagai wisudawan terbaik berkat catatan akademik nyaris sempurna dan pengalaman segudang.

Weynard, mahasiswa Departemen Teknik Informatika angkatan 2021, menuntaskan studi dengan IPK 3,96.

Hobinya bermain gim sejak kecil justru menumbuhkan minat serius pada dunia komputer dan pemrograman. Jalur SNMPTN membawanya ke ITS, lalu ia mengasah kemampuan mobile dan web development.

Tak hanya di kelas, pemuda kelahiran Jakarta ini aktif membagi ilmu sebagai asisten dosen tujuh mata kuliah sejak semester tiga, mulai dari dasar pemrograman, sistem operasi, basis data, hingga pengembangan aplikasi mobile.

“Mengajar orang lain adalah cara saya terus belajar,” ujarnya saat ditemui usai wisuda, Sabtu (20/9/2025).

Kecintaannya pada algoritma juga terlihat pada Tugas Akhir. Ia mengupas masalah Sphere Online Judge (SPOJ) AND Queries menggunakan metode Dynamic Programming Bitmask.

Pendekatan itu membuat proses komputasi lebih cepat dan efisien, sekaligus mengoptimalkan performa program.

Jasmine Angelia Suriawan berhasil menyelesaikan program pertukaran mahasiswa di La Trobe College of Australia dengan meraih predikat nilai tertinggi

Di jenjang sarjana terapan (D4), nama Jasmine Angelia Suriawan ikut mencatatkan prestasi. Lulusan Departemen Statistika Bisnis ini mengantongi IPK 3,89 dalam empat tahun studi.

Gadis kelahiran 20 September 2003 itu membuktikan bahwa menjadi yang terbaik bukan sekadar soal nilai, tetapi juga keberanian mengeksplorasi peluang.

Jasmine sempat mencicipi atmosfer akademik internasional lewat Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA).

Ia menjalani pertukaran mahasiswa di La Trobe College, Australia, mengambil mata kuliah Data Analytics. Meski awalnya kesulitan beradaptasi, kerja kerasnya berbuah manis: ia meraih nilai tertinggi dan peringkat pertama di angkatan.

Tak berhenti di situ, Jasmine memadukan teori dengan pengalaman bisnis pribadinya di toko daring aksesoris kamera. Tugas Akhirnya mengangkat topik peramalan penjualan memakai metode ARIMA dan Feedforward Neural Network.

Model yang ia bangun mampu memprediksi penjualan secara akurat sehingga meminimalkan risiko stok berlebih atau kekurangan.

Kisah Weynard dan Jasmine menjadi bukti bahwa keberhasilan lahir dari ketekunan, semangat belajar, dan keberanian mencoba hal baru.

Prestasi mereka juga mempertegas komitmen ITS dalam mencetak lulusan unggul sekaligus mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4 tentang pendidikan berkualitas. @Man


 

108

Baca Lainnya