Kasuistika Pendidikan

Selasa, 4 Agustus 2026 - 16:48 WIB

12 jam yang lalu

logo

Unusa Redesain Kurikulum, Siapkan Lulusan Tangguh Hadapi Era AI

SURABAYA | klikku.id – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) menyiapkan redesain kurikulum sebagai langkah strategis menghadapi pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), transformasi digital, serta perubahan kebutuhan dunia kerja.

Langkah tersebut dibahas dalam Sarasehan Redesain Kurikulum bertema “Kurikulum Berdampak Berbasis Outcome Based Education (OBE) untuk Lulusan Unggul dan Berdaya Saing”, Selasa (4/8/2026).

Forum tersebut menghadirkan Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (YARSIS) Prof. Mohammad Nuh, Rektor Unusa Prof. Tri Yogi Yuwono, serta Staf Ahli Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Hermawan Kresno Dipojono.

Prof. Hermawan menilai perguruan tinggi harus segera beradaptasi karena AI dan otomatisasi akan menggantikan banyak pekerjaan rutin.

Menurutnya, kampus perlu menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, berempati, serta mampu memecahkan persoalan nyata.

“Kompetensi seperti inilah yang tidak mudah digantikan oleh teknologi,” ujarnya.

Ia juga memperkenalkan konsep Digital Khalifah 2050, yakni pembangunan sumber daya manusia yang menggabungkan penguasaan teknologi dengan nilai moral, spiritual, dan kepemimpinan.

Sementara itu, Ketua YARSIS Prof. Mohammad Nuh menegaskan perubahan kurikulum tidak boleh hanya berorientasi pada kebutuhan industri. Perguruan tinggi juga harus mencetak lulusan yang membawa manfaat bagi masyarakat.

Karena itu, Unusa mengusung konsep Islamic Sustainable Digital University dengan menempatkan nilai keberlanjutan, kemanusiaan, dan keislaman sebagai fondasi pembelajaran.

Rektor Unusa Prof. Tri Yogi Yuwono menjelaskan, redesain kurikulum akan menggunakan pendekatan Outcome Based Education (OBE).

Kurikulum disusun berdasarkan capaian pembelajaran lulusan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dunia usaha, perkembangan teknologi, dan misi pengabdian kampus.

Menurutnya, mahasiswa juga akan didorong memperoleh pengalaman belajar yang lebih fleksibel, kolaboratif, serta berbasis penyelesaian masalah nyata.

“Dengan pendekatan ini, lulusan Unusa diharapkan tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga menjadi inovator, pemimpin perubahan, sekaligus pembelajar sepanjang hayat menuju Indonesia Emas 2045,” katanya. AM@n


 

8

Baca Lainnya