Daerah Pariwisata

Minggu, 26 Oktober 2025 - 06:29 WIB

6 bulan yang lalu

logo

Kemenpar Apresiasi Konsistensi Banyuwangi Sajikan Festival Budaya Berkualitas

BANYUWANGI | klikku.id – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengapresiasi komitmen Kabupaten Banyuwangi yang dinilai konsisten menghadirkan agenda budaya berkualitas, salah satunya Festival Gandrung Sewu yang kembali digelar di Pantai Marina Boom, Sabtu (25/10/2025).

Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenparekraf, Erwita Dianti, mengatakan Festival Gandrung Sewu menjadi bukti nyata keseriusan Banyuwangi menjaga dan mengangkat kearifan lokal ke level nasional bahkan internasional.

“Ini adalah tahun keempat Festival Gandrung Sewu masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN). Konsistensi ini membuktikan bahwa Banyuwangi mampu menyajikan agenda budaya yang berkualitas tinggi setiap tahun,” ujarnya.

Festival Gandrung Sewu, yang pertama kali digelar pada 2012, kini telah memasuki tahun ke-13 pelaksanaannya. Tahun ini, lebih dari 2.500 seniman ikut berpartisipasi, termasuk sekitar 1.400 penari Gandrung dari berbagai daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Erwita juga menyerahkan Piagam KEN kepada Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi Banyuwangi dalam menjaga tradisi sekaligus memajukan pariwisata daerah.

“Kami menilai Banyuwangi memiliki komitmen kuat dalam menjunjung tinggi nilai budaya dan menghadirkan agenda yang berdampak ekonomi bagi masyarakat,” tambah Erwita.

Ia menjelaskan, Kemenparekraf menargetkan 1,08 miliar pergerakan wisatawan Nusantara dan 15 juta kunjungan wisatawan mancanegara pada tahun 2025.

Menurutnya, daerah seperti Banyuwangi yang konsisten menggelar event berkualitas akan sangat membantu pencapaian target tersebut.

“Target besar ini hanya bisa dicapai melalui sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, serta kolaborasi dengan masyarakat, seniman, pelaku pariwisata, dan ekonomi kreatif,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Ipuk Fiestiandani menyampaikan bahwa penyelenggaraan Festival Gandrung Sewu tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga penggerak ekonomi lokal.

“Efek gandanya luar biasa. Hotel dan penginapan penuh, warung rakyat ramai pembeli, pedagang laris, bahkan jasa transportasi ikut terdongkrak,” kata Ipuk.

Ia menambahkan, komitmen Pemkab Banyuwangi adalah menjadikan setiap festival sebagai ruang kreatif sekaligus sarana membangkitkan ekonomi masyarakat.

“Festival bukan hanya panggung budaya, tapi juga bukti bahwa kearifan lokal bisa menjadi motor pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkasnya. R3d


 

139

Baca Lainnya