Ekonomi Bisnis Pemerintahan

Senin, 27 Oktober 2025 - 07:29 WIB

6 bulan yang lalu

logo

Khofifah: Inklusi Keuangan Jadi Pondasi Pemerataan dan Kesejahteraan Masyarakat Jatim

SURABAYA | klikku.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa perluasan inklusi keuangan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang merata dan berkelanjutan.

Akses keuangan yang mudah, aman, dan inklusif disebutnya sebagai kunci penguatan ekonomi di seluruh lapisan masyarakat.

“Pembangunan ekonomi yang kokoh harus diiringi perluasan akses keuangan yang berkeadilan. Pertumbuhan baru bermakna jika manfaatnya dirasakan oleh seluruh masyarakat,” ujar Khofifah di Surabaya, Minggu (26/10/2025).

Khofifah menjelaskan, dengan pemerataan akses keuangan, masyarakat di perkotaan maupun pedesaan memiliki peluang yang sama untuk mengembangkan usaha dan memperluas lapangan kerja.

“Dari desa hingga kota, semua berhak tumbuh bersama,” tambahnya.

Berdasarkan data nasional tahun 2025, tingkat literasi keuangan mencapai 66,46 persen dan inklusi keuangan 80,51 persen. Capaian tersebut menunjukkan peningkatan signifikan partisipasi masyarakat dalam menggunakan layanan keuangan formal secara aktif dan bertanggung jawab.

Meski begitu, Khofifah menilai literasi keuangan di Jatim masih perlu ditingkatkan. Karena itu, Pemprov Jatim mendukung penuh upaya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam menggelar Financial Expo (FinExpo) di Surabaya sebagai sarana edukasi dan sosialisasi.

Ia menekankan pentingnya edukasi yang masif agar masyarakat memahami manfaat, risiko, dan cara penggunaan layanan keuangan secara bijak.

“Puncak inklusi keuangan mudah-mudahan menjadi penguat seluruh kekuatan ekonomi di Jawa Timur,” ujarnya.

Pemprov Jatim juga terus memperkuat kolaborasi dengan OJK serta pelaku jasa keuangan untuk mempercepat transformasi digital layanan keuangan.

Langkah tersebut diwujudkan melalui pengembangan sistem pembayaran nontunai, digitalisasi perbankan, dan aplikasi pencatatan usaha berbasis digital.

“Sinergi ini bukan hanya memperkuat fondasi ekonomi daerah, tetapi juga membuktikan bahwa inklusi keuangan bisa berjalan seiring dengan pertumbuhan yang berkeadilan dan berkelanjutan,” tegasnya.

Khofifah optimistis Jawa Timur akan menjadi salah satu pusat literasi dan inklusi keuangan nasional.

“Kita ingin memastikan tidak ada satu pun warga yang tertinggal, no one left behind, dari kesempatan untuk tumbuh, berusaha, dan sejahtera melalui akses keuangan yang sehat dan bertanggung jawab,” pungkasnya. In.Jo3.nwsia


 

99

Baca Lainnya