Ekonomi Bisnis Pendidikan Peristiwa

Rabu, 26 November 2025 - 10:28 WIB

5 bulan yang lalu

logo

Libatkan Warga Siwalankerto, Ratusan Mahasiswa PCU Bikin Edible Plastic & Ecobricks

SURABAYA | klikku.id – Upaya menekan timbunan sampah plastik dilakukan ratusan mahasiswa Petra Christian University (PCU) lewat program Kampung Binaan Mahasiswa (KBM) IX di Kelurahan Siwalankerto, Surabaya.

Selama dua hari, 22–23 November 2025, sebanyak 228 mahasiswa turun langsung mengajak warga membuat edible plastic dan ecobricks sebagai solusi ramah lingkungan.

Sampah plastik menjadi perhatian utama karena membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai. Kantong plastik bisa bertahan 10–1.000 tahun, sementara botol plastik mencapai sekitar 450 tahun.

Karena itu, mahasiswa PCU berinisiatif memperkenalkan material alternatif yang aman, mudah dibuat, dan bisa langsung menggantikan plastik sekali pakai.

Workshop pembuatan edible plastic digelar di Kantor Kelurahan Siwalankerto dan dipandu dua dosen Food Technology PCU, Dr. Renny Indrawati dan Yosinta Christie Setiabudi.

Peserta dibagi menjadi 43 kelompok, masing-masing terdiri atas tiga mahasiswa dan seorang warga.

“Prosesnya sederhana. Bahan-bahan alami seperti tepung tapioka, gliserol, dan air dipanaskan hingga berbentuk lembaran plastik. Produk ini bisa terurai alami dan aman dikonsumsi,” kata Marcell Nathaniel Julian, Ketua Panitia KBM IX.

Edible plastic hasil workshop langsung diuji coba untuk menaruh teh, kopi, maupun gula sebelum diseduh. Selain mengajarkan tekniknya, kegiatan ini membangun kesadaran warga mengenai pentingnya inovasi ramah lingkungan.

Pada hari kedua, mahasiswa mengajak warga membuat ecobricks. Sebanyak 33 tim mengisi botol plastik bekas dengan sampah plastik hingga padat, lalu menyusunnya menjadi pot tanaman.

Warga bersama mahasiswa kemudian menanam bibit cabai di Gang Pisang, kawasan padat penduduk di Siwalankerto yang minim ruang hijau.

“Ecobricks yang sudah jadi kami serahkan kepada warga Gang Pisang. Harapannya bisa membantu menambah ruang hijau dan mengurangi sampah plastik,” ujar Marcell.

Gang Pisang dipilih karena memiliki tantangan besar dalam pengembangan penghijauan. Melalui pot ecobricks tersebut, warga diajak memulai langkah kecil menjaga kualitas lingkungan sekitar.

Marcell berharap program KBM IX ini memberi dampak berkelanjutan. “Semoga warga bisa terus mempraktikkan pembuatan edible plastic dan ecobricks setelah kegiatan ini selesai,” ujarnya.

Program ini sekaligus mendorong gaya hidup bertanggung jawab, memperkuat kepedulian lingkungan, dan menjadi bukti kontribusi mahasiswa terhadap masalah sampah di perkotaan. AMan


 

124

Baca Lainnya