SURABAYA | klikku.id – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) terus memperkuat fondasi bisnis berkelanjutan dengan memastikan penerapan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG) berjalan konsisten.
Sepanjang 2025, TPS kembali menjalani penilaian tata kelola perusahaan sebagai bagian dari komitmen menjaga kepercayaan pemangku kepentingan dan daya saing industri kepelabuhanan.
Tahun ini menjadi tahun kedua TPS menggunakan parameter ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) dalam melakukan asesmen.
Sebelumnya, penilaian GCG mengacu pada indikator yang ditetapkan Kementerian BUMN. Peralihan ke ACGS menegaskan langkah TPS untuk menyelaraskan praktik tata kelola dengan standar regional Asia Tenggara.
Penilaian ACGS mencakup empat aspek utama. Pertama, perlindungan hak dan perlakuan yang adil bagi pemegang saham. Kedua, aspek keberlanjutan dan ketahanan perusahaan yang meliputi Environmental, Social, and Governance (ESG).
Yang ketiga, keterbukaan informasi dan transparansi. Keempat, tanggung jawab serta peran Direksi dan Dewan Komisaris dalam pengelolaan perusahaan.
Hasil asesmen menunjukkan TPS memiliki tingkat kesadaran yang kuat, serta upaya nyata dalam mengadopsi tata kelola berbasis ACGS.
Salah satu kekuatan utama TPS terletak pada kelengkapan kebijakan, pedoman, dan prosedur yang dimiliki, serta dukungan perangkat organisasi yang memadai untuk menunjang efektivitas kerja Direksi dan Dewan Komisaris.
Penilaian tersebut tidak berhenti pada hasil semata. TPS juga menyiapkan berbagai rencana strategis sebagai tindak lanjut, guna terus meningkatkan kualitas tata kelola perusahaan ke depan.
Langkah ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan bisnis sekaligus menjawab tantangan industri logistik dan kepelabuhanan yang semakin dinamis.
Sekretaris Perusahaan PT Terminal Petikemas Surabaya, Erika Asih Palupi, menegaskan bahwa penilaian GCG menjadi instrumen penting dalam perjalanan perusahaan.
“Hasil penilaian ini menjadi pijakan tambahan bagi TPS untuk terus mengelola bisnis dengan tata kelola yang semakin baik dari waktu ke waktu, sehingga keberlanjutan bisnis benar-benar dapat terjaga,” ujarnya.
“Dengan penerapan standar tata kelola yang semakin matang dan terukur, kami optimistis mampu mempertahankan kinerja operasional yang sehat, meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan, serta memperkuat posisinya sebagai salah satu terminal petikemas utama di Indonesia,” ungkapnya. AMan
