SURABAYA | klikku.id — Majelis Senat Akademik Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (MSA PTN-BH) menggelar Sidang Paripurna di Airlangga Convention Center (ACC), Kampus MERR-C Universitas Airlangga (Unair), Jumat (6/2).
Forum ini mempertemukan pimpinan dan anggota senat akademik PTN-BH se-Indonesia untuk merumuskan arah kebijakan pendidikan tinggi di tengah dinamika global.
Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Dr (HC) Drs H Muhammad Jusuf Kalla, hadir sebagai pembicara utama. Ia mengupas keterkaitan ekonomi makro dengan perkembangan pendidikan tinggi dan kualitas sumber daya manusia (SDM) unggul.
Menurutnya, kondisi ekonomi nasional dan global sangat memengaruhi kapasitas perguruan tinggi dalam mengembangkan riset, inovasi, serta mutu lulusan.
“Stabilitas ekonomi adalah pondasi penting. Tanpa itu, kampus akan kesulitan memperkuat infrastruktur dan daya saing akademik,” ujarnya.
Ia menegaskan hubungan ekonomi dan pendidikan tinggi bersifat timbal balik. Ekonomi yang kuat memungkinkan investasi besar di sektor pendidikan dan riset. Sebaliknya, perguruan tinggi yang unggul akan melahirkan SDM berkualitas yang mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Pendidikan tinggi bukan sekadar biaya, tapi investasi jangka panjang. Negara yang ingin maju harus serius menata kebijakan ekonominya agar berpihak pada penguatan SDM,” tegasnya.
Lebih jauh, JK mengingatkan agar perguruan tinggi, khususnya PTN-BH yang memiliki otonomi lebih luas, mampu membaca arah perubahan global. Kurikulum, riset, dan inovasi harus selaras dengan kebutuhan industri serta perkembangan teknologi.
“Kampus harus adaptif. Jika tidak, kita akan tertinggal dalam persaingan global,” katanya.
Sidang Paripurna MSA PTN-BH kali ini menjadi ruang konsolidasi peran strategis perguruan tinggi dalam pembangunan nasional.
Forum tersebut diharapkan memperkuat sinergi antara kebijakan ekonomi dan pendidikan tinggi, sehingga Indonesia mampu melahirkan SDM unggul, kompetitif, dan berdaya saing dunia. AMan
