Bangkalan — Era digital peradaban sosial dituntut untuk serba cepat dan terbuka khususnya pada penggunaan anggaran negara, sehingga keikutsertaan masyarakat dalam mendukung setiap agenda negara bisa semakin maksimal.
Saat ini Perkumpulan Jurnalis Bangkalan (PJB) yang kerab dikenal dengan Pejalan, menyoal keterbukaan rencana penggunaan APBD oleh Askab PSSI Bangkalan demi terciptanya iklim transparansi seperti yang telah disampaikan oleh Acek Kusuma pada media.
“Sebutkan dong perincian rencana penggunaan anggaran belanjanya, jangan hanya berkoar minim anggaran namun enggan menyebut rincian nominal serta kegiatannya, masyarakat berhak tahu, karena uang anggaran negara itu merupakan uang rakyat.” ujar Syaiful Anam Ketua PJB memberi tanggapan.
Menurut Ketua Pejalan yang kerab disapa dengan panggilan Anam, dirinya mengatakan birokrasi baik pemerintah maupun lembaga ad-hoc layak memberikan edukasi pentingnya managemen yang baik termasuk perihal transparansi penggunaan anggaran.
“Apalagi pihak PSSI Bangkalan sempat menyinggung porsi anggaran yang dialokasikan Pemda Bangkalan dinyatakan minim dan terkesan sangat terbatas untuk menjemput prestasi.” kata Anam pada media.

Sebelumnya Acek Kusuma Sekjen PSSI mengaku merasa miris karena PSSI Bangkalan mengantongi porsi anggaran yang paling sedikit dibandingkan dengan kota dan kabupaten lain di Jawa Timur.
“Miris jika melihat capaian kabupaten lain 28 kabupaten 19 kota madya saat pagelaran kongres tahunan sangat memilukan, Bangkalan posisi paling buncit mengenai pagu anggaran olahraga khususunya pssi atau bola.” ungkap Acek mantan tim pemenangan Bupati Bangkalan Salam.
Editor : Redaksi
