Jakarta | klikku.id – Stabilitas sektor perbankan Indonesia terus terjaga, di tengah dinamika ekonomi global yang menantang.
Dalam Rapat Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2 Januari 2025, OJK menyoroti pencapaian luar biasa industri perbankan nasional.
Ekonomi global masih menghadapi tantangan berat. Pemulihan ekonomi di banyak negara berjalan lambat, sementara inflasi tinggi memaksa bank sentral seperti The Fed bersikap hati-hati, meskipun suku bunga mulai diturunkan.
Di Asia, China mengalami pemulihan parsial di sisi pasokan, tetapi permintaan global yang lesu dan ekspor yang terkontraksi menjadi sorotan.
Namun, Indonesia justru menunjukkan ketahanan ekonomi. Inflasi headline (CPI) turun menjadi 1,55 persen YoY, meskipun inflasi inti naik tipis ke 2,26 persen YoY. Neraca perdagangan tetap surplus, dan PMI Manufaktur terus bergerak di zona ekspansi.
Sektor perbankan mencatat pertumbuhan kredit dua digit sebesar 10,79 persen YoY hingga November 2024, dengan total kredit mencapai Rp7.717 triliun.
Kredit investasi tumbuh paling pesat (13,77 persen), diikuti kredit konsumsi (10,94 persen) dan modal kerja (8,92 persen).
Bank BUMN memimpin dengan pertumbuhan kredit 12,41 persen YoY, sementara kredit korporasi melonjak 16,19 persen.
Kredit UMKM juga naik, meskipun lebih moderat, di angka 4,02 persen. Di sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 7,54 persen YoY menjadi Rp8.835,9 triliun, mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap perbankan nasional.
Likuiditas terjaga solid, dengan rasio Alat Likuid/Non-Core Deposit (AL/NCD) di 112,94 persen dan Liquidity Coverage Ratio (LCR) sebesar 213,07 persen, jauh di atas ambang batas.
Rasio Non-Performing Loan (NPL) gross tetap rendah di 2,19 persen, menunjukkan kualitas kredit yang terkendali.
Perbankan Indonesia mencatat Return on Assets (ROA) stabil di 2,69 persen, sementara rasio kecukupan modal (CAR) berada di level kuat 26,92 persen.
Di tengah pertumbuhan kredit yang signifikan, produk inovatif seperti Buy Now Pay Later (BNPL) mencatat lonjakan 42,68 persen YoY, meskipun kontribusinya terhadap total kredit masih kecil (0,28 persen).
OJK terus memperkuat pengawasan. Hingga kini, 8.500 rekening terkait judi online telah diblokir untuk melindungi sektor keuangan.
Selain itu, izin usaha beberapa Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang tidak memenuhi ketentuan dicabut untuk menjaga kredibilitas industri.
Dengan pertumbuhan kredit yang solid, inflasi terkendali, dan likuiditas yang terjaga, sektor perbankan Indonesia mencerminkan daya tahan luar biasa.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi kuat antara regulator, perbankan, dan masyarakat dapat membawa ekonomi Indonesia melangkah optimis menghadapi tantangan global.
@Man
