Surabaya | klikku.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menyehatkan siswa di Nusa Tenggara Timur (NTT), justru bikin geger.
Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil keputusan tegas: menghentikan sementara operasional Program MBG setelah ditemukan makanan tidak layak konsumsi.
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Sejumlah siswa SMPN 8 Kupang bahkan harus dirawat di rumah sakit karena diduga mengonsumsi menu MBG yang bermasalah.
Wali Kota Kupang, Christian Widodo, langsung terjun ke lokasi menjenguk para siswa, Rabu (23/7/2025).
“BGN sudah bergerak cepat. Semua operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di NTT kami hentikan sementara. Sampel makanan sedang kami uji di laboratorium,” kata Redy Hendra Gunawan, Staf Khusus BGN, Selasa (29/7/2025).
Redy menegaskan, keselamatan siswa adalah prioritas utama. Karena itu, BGN melibatkan lembaga independen, dinas kesehatan, dan dinas pendidikan setempat untuk menyelidiki kasus ini.
“Kesalahan seperti ini tidak bisa ditoleransi. Kami minta maaf sebesar-besarnya kepada para siswa, orang tua, sekolah, dan semua pihak yang terdampak,” ujarnya.
Tidak berhenti di situ, BGN menjanjikan sejumlah perbaikan besar: mulai dari evaluasi ketat mitra penyedia makanan, standar higienitas yang lebih tinggi, pengawasan mutu pangan yang diperketat, hingga penyusunan SOP baru berbasis best practice dan rekomendasi para ahli.
Redy yakin, dengan evaluasi dan kerja sama semua pihak, Program MBG bisa kembali berjalan sesuai tujuan awal: menyehatkan, bukan membahayakan.
“Kami ingin memastikan, setiap kotak makan yang diterima siswa benar-benar aman dan bergizi. Bukan sekadar kenyang,” tutupnya. R3d
