Daerah

Selasa, 2 September 2025 - 09:37 WIB

8 bulan yang lalu

logo

Anam dok klikku.id

Anam dok klikku.id

Ada Aksi Peluk Pohon Pada Demo HMI di Malang Soroti Penebangan Pohon Dampak Kebijakan Lingkungan Dikorbankan

Malang | klikku.id – Gelombang protes kembali bergema di Kota Malang. Senin (1/9/2025), massa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Malang menggelar aksi unjuk rasa dengan membawa isu besar: ancaman terhadap ruang hijau akibat penebangan pohon di Jalan Soekarno–Hatta (Suhat).

Di tengah teriknya siang, orasi demi orasi berkumandang. Alamsyah Gautama, Kepala Bidang Lingkungan Hidup HMI Cabang Malang, menyuarakan kekecewaan mendalam terhadap langkah Pemerintah Kota yang dinilainya gagal menjaga kelestarian ekologi. Baginya, pembangunan drainase tak boleh menjadi alasan untuk mengorbankan paru-paru kota.

“Mengatasi banjir tanpa merusak pohon sehat harus jadi syarat mutlak,” tegas Alamsyah di hadapan peserta aksi yang membawa spanduk hijau bertuliskan kritik lingkungan.

Tidak hanya soal teknis, HMI juga menyoal transparansi pemerintah. Data mengenai jumlah pohon yang ditebang dinilai simpang siur: ada yang menyebut puluhan, ada pula laporan yang menyebut ratusan batang. Publik, kata Alamsyah, berhak tahu kejelasan data sekaligus rencana penggantiannya.

Aksi ini makin kuat gaungnya ketika sejumlah komunitas peduli lingkungan turut mendukung dengan aksi simbolis “peluk pohon”. Mereka menuntut adanya audit ekologis independen serta peta jalan tata ruang yang berpihak pada keberlanjutan kota.

HMI menegaskan, narasi “penebangan selektif” yang dikemukakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tidak cukup meredakan keresahan. Mahasiswa mendorong opsi lain seperti microtunneling, root bridging, hingga trotoar permeabel, agar proyek tetap berjalan tanpa menebas ekologi.

Pihak DLH sendiri sebelumnya menyatakan penebangan dilakukan hanya pada pohon yang dianggap rawan roboh, dengan janji adanya penghijauan kembali usai proyek rampung. Namun janji itu tidak otomatis menepis gelombang kritik.

Di ujung aksinya, HMI Cabang Malang menyerukan pesan jelas: pembangunan infrastruktur tak boleh berdiri di atas pengorbanan ruang hijau. Wali Kota, tegas mereka, wajib memastikan target minimal 30 persen Ruang Terbuka Hijau (RTH) benar-benar terwujud, bukan sekadar jargon di atas kertas.


(Anam)

50

Baca Lainnya