Makassar | klikku.id – PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM), subholding Pelindo di sektor marine, peralatan, docking, dan shipyard, kembali menegaskan komitmennya mewujudkan Pelindo Bersih dengan memperkuat penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) berbasis ISO 37001:2016.
Direktur Utama SPJM, Arief Prabowo, menyatakan pihaknya terus mendorong seluruh insan perusahaan maupun stakeholder mendukung penerapan prinsip 5 NO’s, yakni No Bribery (tidak ada suap), No Kickback (tidak ada komisi ilegal), No Gift (tidak menerima gratifikasi), No Luxurious Hospitality (tidak ada jamuan berlebihan), dan No Facilitation Payment (tidak ada pembayaran untuk kelancaran layanan).
“Perusahaan sudah tiga tahun menjalankan ISO 37001. Kini kami kembali mengingatkan seluruh pihak untuk konsisten menjalankan 5 NO’s di seluruh wilayah kerja SPJM,” ujar Arief di Makassar, Senin (29/9).
Menurutnya, manfaat dari penerapan ISO 37001 sudah nyata dirasakan. Antara lain menjaga kualitas layanan, meningkatkan kepercayaan pengguna jasa, menutup celah suap dan fraud, hingga memperkuat budaya kerja yang profesional.
“Kami ingin menciptakan lingkungan kerja yang bersih, transparan, dan berintegritas,” tambahnya.
Sebagai tindak lanjut, seluruh karyawan SPJM ditegaskan tidak boleh menerima gratifikasi dalam bentuk apa pun. Masyarakat dan mitra usaha pun diajak ikut mengawasi.
Jika menemukan dugaan pelanggaran, laporan bisa disampaikan ke Unit Pengendali Gratifikasi (UPG) SPJM atau kanal Whistle Blowing System (WBS) Pelindo Bersih melalui email pelindobersih@whistleblowing.link, SMS ke 0811-933-2345 / 0811-9511-665, atau situs resmi pelindobersih.pelindo.co.id.
Arief menegaskan, WBS menjadi kanal netral dan terpercaya untuk menindaklanjuti laporan pelanggaran.
“Dengan SMAP, 5 NO’s, dan WBS, kita pastikan ada sistem pengawasan yang ketat dan transparan. Harapannya, seluruh insan perusahaan maupun stakeholder bersama-sama mewujudkan pelabuhan bersih dan bebas korupsi,” tandasnya.
SPJM yang resmi berdiri sejak integrasi Pelindo pada 1 Oktober 2021 ini mengelola lima klaster bisnis: jasa layanan marine, peralatan pelabuhan, galangan, pengerukan, serta utilitas kepelabuhanan.
Saat ini SPJM membawahi delapan anak perusahaan, dua cucu perusahaan, dan wilayah operasional yang terbentang dari Malahayati hingga Merauke. R3D
