JAKARTA | klikku.id – Penjualan mobil baru di Indonesia sepanjang Januari hingga Oktober 2025 tercatat mencapai 635.844 unit, berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).
Angka ini turun 10,6 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai 711.064 unit.
Pengamat ekonomi Josua Pardede menilai penurunan ini disebabkan oleh melemahnya daya beli masyarakat serta dampak kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).
“Kondisi ekonomi masyarakat masih cukup berat, sehingga memengaruhi keputusan pembelian kendaraan,” ujarnya seperti dikutip dari Antara, Sabtu (8/11).
Dari total penjualan, segmen kendaraan penumpang masih mendominasi pasar, diikuti oleh kendaraan niaga seperti Mitsubishi Fuso, Isuzu, dan Hino.
Untuk pangsa merek, Toyota tetap menjadi pemimpin pasar dengan 202.376 unit atau 31,8 persen dari total penjualan nasional.
Disusul Daihatsu dengan 107.090 unit (16,8 persen), Mitsubishi Motors dengan 56.516 unit (8,9 persen), Honda dengan 50.270 unit (7,9 persen), dan Suzuki dengan 49.803 unit (7,8 persen).
Sementara itu, merek-merek non-Jepang juga mulai menunjukkan taji. BYD asal Tiongkok berhasil menjual 30.670 unit, sedangkan Hyundai (HMID) membukukan 16.594 unit dengan pangsa pasar 2,6 persen.
Meski pasar otomotif tengah melambat, Josua optimistis tren ini akan membaik tahun depan seiring pemulihan ekonomi dan penyesuaian kebijakan fiskal. “Jika daya beli masyarakat pulih, pasar mobil berpotensi rebound,” ujarnya. R3d
