Ekonomi Bisnis Pendidikan

Kamis, 20 November 2025 - 19:28 WIB

5 bulan yang lalu

logo

PTS Tertekan PTNBH dan Kampus Asing, Pimpinan Pendidikan Jatim Dorong Kolaborasi

SURABAYA | klikku.id – Perguruan tinggi swasta (PTS) se-Jawa Timur mulai menghadapi tekanan serius. Bukan hanya dari ekspansi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) yang kini agresif merekrut mahasiswa, tetapi juga dari rencana masuknya kampus-kampus asing ke Indonesia.

“Kami tidak melihat ini sebagai ancaman, tapi tantangan. Namun PTS harus merespons dengan strategi baru,” tegas J. Subekti, Ketua Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya, saat memimpin forum PTS se-Jatim di Kampus Untag Surabaya, Kamis (20/11).

Menurut Subekti, pola persaingan horizontal antar-PTS sudah tidak relevan. Ia mengajak kampus-kampus swasta di Jatim beralih ke kolaborasi untuk memperkuat kualitas pendidikan. “Untag siap menjadi fasilitator. Berbagi itu tidak menunggu kaya dulu. Yang penting ada kemauan,” ujarnya.

Ketua Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABP-PTSI) Jawa Timur, Budi Endarto, menambahkan bahwa transformasi tidak boleh hanya menyentuh kampusnya, tetapi juga badan penyelenggaranya.

“Sering terjadi, PTS sudah berubah, tapi yayasannya masih konservatif. Ini rawan benturan internal,” tuturnya.

Ketua Umum ABP-PTSI, Thomas Suyatno, menyoroti persoalan klasik: minimnya riset industri. Menurutnya, peningkatan dana penelitian dan alur pendanaan yang lebih adil menjadi kebutuhan mendesak. “Di luar negeri, penghasilan terbesar dosen berasal dari riset, bukan mengajar,” katanya.

Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jatim, Dyah Sawitri, mengingatkan bahwa PTS memainkan peran penting dalam menyiapkan SDM menuju Indonesia Emas. Ia menegaskan lulusan PTS harus makin adaptif dan kompetitif.

“Kita jangan terjebak keluh kesah. Ini momentum untuk bangkit,” ujarnya.

Dari sisi kebijakan nasional, Mukhamad Najib, Direktur Kelembagaan Kemendiktisaintek, menekankan empat pilar yang wajib diperkuat PTS: tata kelola transparan, riset dan akademik, digitalisasi pembelajaran, serta akreditasi berbasis standar global.

Ia juga meluruskan isu bahwa PTNBH menjadi penyebab utama menurunnya mahasiswa PTS. “Data tidak menunjukkan itu. Justru jumlah mahasiswa baru di Jatim naik 30 ribu pada 2024–2025,” jelasnya.

Kuncinya, kata Najib, adalah kualitas. “PTS yang berkualitas tidak akan kekurangan peminat.” R3d


 

90

Baca Lainnya