SURABAYA | klikku.id – Kelompok Tani Serpis Kebun Kita di Kecamatan Wonocolo resmi memanen ikan nila perdana dari sistem aquaponik, Selasa (2/12).
Panen ini menandai keberhasilan program pemberdayaan perempuan hasil kolaborasi dosen Petra Christian University (PCU) dan Direct Aid Program (DAP) Pemerintah Australia.
Acara berlangsung di Taman Teman, Jemursari V, dan menjadi tonggak penting bagi ibu-ibu Serpis yang sejak 2018 fokus pada sayuran hidroponik.
Melalui proyek bertajuk “Pemberdayaan Perempuan Melalui Budidaya & Pengolahan Ikan Nila dan Sayur Organik Dengan Recirculating Aquaculture System”, tim dosen PCU mendorong mereka naik kelas menuju budidaya terpadu.
Ketua tim, Hanjaya Siaputra, menjelaskan bahwa inti program ini adalah membuka peluang ekonomi baru melalui penguasaan teknologi. “Di balik kolam ikan ini berdiri semangat para ibu Serpis.
Mereka telah dilatih pengoperasian aquaponik, pengolahan ikan, pemasaran digital, pembukuan sederhana, hingga manajemen batin agar siap membangun usaha bersama,” ujarnya.
Sistem budidaya yang digunakan adalah Bio-RAS-ponic, teknologi resirkulasi air dengan filter mekanis dan biologis. Teknologi ini hemat air, ramah lingkungan, dan menghasilkan ikan cepat besar, tidak berbau tanah, serta kaya omega 3 dan 6. Hasil resirkulasi air sekaligus menyuburkan tanaman hidroponik.
Panen perdana diramaikan dengan lelang ikan per serok, dan seluruh hasilnya akan menjadi tambahan modal kelompok. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Ketua TP PKK Surabaya Rini Indriyani dijadwalkan hadir untuk memberi dukungan langsung.
Perwakilan kelompok, Retno Winarni, berharap keberlanjutan program terus dijaga. “Kami butuh dukungan Pemkot untuk izin edar, bibit, pemasaran, dan lahan pengembangan. Dari Konjen Australia, kami berharap dukungan teknologi lanjutan. Dunia usaha kami harap bisa menjadi mitra penyerapan hasil panen,” ujarnya.
Hanjaya menegaskan bahwa para ibu Serpis kini telah menguasai teknologi dengan baik dan layak menjadi contoh. “Kami berharap model ini direplikasi di kecamatan lain agar manfaatnya semakin luas,” katanya.
Panen perdana ini menjadi bukti bahwa pemberdayaan perempuan melalui inovasi tepat guna mampu membuka peluang ekonomi baru dan memperkuat ketahanan pangan kota. AMan
