Hiburan Pendidikan Peristiwa

Selasa, 9 Desember 2025 - 14:28 WIB

5 bulan yang lalu

logo

Teater Jadi Mesin Uang Kota, PCU & IFI Dorong Surabaya Menuju Panggung Dunia

SURABAYA | klikku.id – Seni pertunjukan tak lagi dipandang sekadar hiburan. Petra Christian University (PCU) bersama Institut Français Indonésie (IFI) Surabaya mendorong teater dan seni panggung sebagai investasi strategis ekonomi kota lewat Simposium Nasional bertajuk “Performing the Future: Building Creative Cities Through Art and Collaboration”.

Kegiatan ini digelar Jumat (5/12/2025) di Matthew Conference Hall, PCU, dan menjadi forum penting untuk merumuskan masa depan kota kreatif di tengah ancaman disrupsi digital terhadap warisan seni.

Ketua pelaksana, Meilinda, menegaskan bahwa teater selama ini dikenal sebagai “mesin memori” bangsa, namun kini ditantang untuk bertransformasi menjadi penggerak ekonomi baru.

“Forum ini mempertemukan akademisi, pemerintah, dunia usaha, dan komunitas untuk menyusun peta jalan strategis agar seni pertunjukan tak hanya bertahan, tetapi memimpin pembangunan Surabaya sebagai kota kreatif,” ujarnya.

Simposium menghadirkan lima pembicara kunci berskala nasional dan internasional. Di antaranya IGAK Satrya Wibawa (Duta Besar RI untuk UNESCO) yang membahas diplomasi budaya dan kota kreatif versi UNESCO.

Meilinda dari PCU memaparkan peran teater dalam whole person education. Dwinita Larasati (ICCN) mengulas ekosistem kota kreatif Indonesia.

Vincent Padaré (IFI) membagikan praktik pengembangan kota kreatif di Prancis. Sementara Ra Sapta Candrika dari Teater Koma menyoroti transformasi teater di era digital.

Salah satu studi kasus yang dibahas adalah program #DigitalisasiKoma, yang membuktikan seni panggung bisa beradaptasi melalui platform daring tanpa kehilangan nilai artistiknya.

Simposium ini juga menjadi bagian dari perayaan 23 tahun Petra Theatre. Misi besarnya jelas: menyusun peta jalan agar Surabaya mampu menjadi pusat industri seni pertunjukan berkelas dunia.

PCU menyoroti potensi revitalisasi Balai Budaya Surabaya sebagai “Broadway-nya Surabaya” yang dapat menjadi magnet wisata budaya internasional.

“Ini bukan sekadar seni. Ini investasi strategis untuk pertumbuhan ekonomi dan diplomasi budaya menuju Indonesia Emas 2045,” tutup Meilinda. AMan


 

183

Baca Lainnya