Ekonomi Bisnis Pendidikan Peristiwa

Selasa, 16 Desember 2025 - 11:29 WIB

5 bulan yang lalu

logo

Lidi Bambu hingga Benang Tenun, Inovasi PISN Dorong Wastra Jombang Naik Kelas ke Produk Interior

JOMBANG | klikku.id – Kain tenun tradisional dari Dusun Penggaron, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, kini tak lagi terbatas sebagai bahan busana.

Melalui sentuhan inovasi, wastra lokal tersebut bertransformasi menjadi produk interior bernilai jual tinggi, seperti tirai jendela (window blind) dan karya seni tenun kontemporer.

Transformasi ini lahir dari kolaborasi antara tim dosen Interior Design Petra Christian University (PCU) Surabaya dengan Kelompok Masyarakat (Pokmas) Sentra Tenun Wastra Sejahtera.

Program tersebut merupakan bagian dari hibah Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) 2025 yang didanai Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI.

Puncak kegiatan ditandai dengan peresmian Revitalisasi Pokmas Sentra Tenun Wastra Sejahtera, Senin (15/12/2025).

Acara yang digelar di Dusun Penggaron itu sekaligus menjadi momentum diperkenalkannya produk tenun inovatif berbahan benang dan lidi bambu kepada publik.

Ketua tim dosen PCU, Dr. Sherly de Yong, menjelaskan bahwa inovasi ini mengusung pendekatan co-design, yakni proses perancangan kolaboratif yang melibatkan penenun, akademisi, seniman, hingga mahasiswa. Pendekatan tersebut memungkinkan lahirnya produk di luar kebiasaan pengrajin.

“Jika sebelumnya tenun hanya diarahkan ke produk fesyen, kini kami mendorongnya masuk ke ranah interior dengan desain yang lebih kontemporer dan fungsional,” ujarnya.

Pokmas Tenun Wastra Sejahtera sendiri berdiri sejak 2019, mayoritas beranggotakan orang tua tunggal yang menggantungkan penghasilan dari menenun. Selama ini, keterbatasan desain dan pemasaran membuat produk mereka sulit berkembang.

Melalui program PISN, para pengrajin mendapat pendampingan menyeluruh, mulai dari pengembangan motif, manajemen produksi, pemasaran digital, hingga pembuatan prototipe.

Salah satu produk unggulan berupa window blind tenun bambu ditawarkan dengan harga mulai Rp150 ribu untuk ukuran 45 x 90 sentimeter. Produk ini bersifat custom, menyesuaikan desain dan kebutuhan konsumen.

Meski proses produksinya membutuhkan ketelitian dan waktu yang panjang, kualitas dan nilai artistik menjadi keunggulan utama.

Menurut Sherly, kombinasi bambu dan benang menghasilkan karakter produk yang kaku, lurus, dan semi-transparan, sangat cocok untuk interior modern bernuansa etnik.

Ke depan, pengembangan produk juga diarahkan ke wall hanging, taplak, dan elemen dekorasi lainnya.

“Inovasi ini diharapkan menjadi jembatan antara tradisi dan kebutuhan pasar interior masa kini, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi penenun Jombang,” pungkasnya. AMan


 

192

Baca Lainnya