Pendidikan

Kamis, 15 Januari 2026 - 15:29 WIB

4 bulan yang lalu

logo

Alumni FK Unusa Tembus Eropa, Qoimam Lulus Magister Kesehatan lewat Beasiswa Erasmus Mundus

SURABAYA | klikku.id – Kiprah alumni Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) di level internasional kembali bertambah.

Mohammad Qoimam Bilqisthi Zulfikar, lulusan Fakultas Kedokteran (FK) Unusa, sukses menuntaskan studi Magister Kesehatan Masyarakat melalui program European Public Health Master (Europubhealth+) dengan dukungan penuh beasiswa prestisius Erasmus Mundus Excellence Scholarship dari Uni Eropa.

Qoimam, yang akrab disapa demikian, menempuh pendidikan magister di dua negara Eropa. Tahun pertama dijalani di University of Liège, Belgia, kemudian dilanjutkan tahun kedua di EHESP French School of Public Health, Prancis.

Program ini dikenal memiliki standar akademik tinggi dengan sistem pembelajaran lintas negara, lintas disiplin, dan lintas budaya.

Sebelumnya, Qoimam menyelesaikan pendidikan dokter di FK Unusa selama lebih dari enam tahun. Ia menempuh Sarjana Pendidikan Dokter selama empat tahun, lalu melanjutkan Profesi Dokter selama dua tahun tujuh bulan.

Meski proses profesi sempat terdampak pandemi Covid-19, hal itu tidak menghalangi langkahnya melanjutkan studi ke jenjang internasional.

Pengalaman akademik di Belgia menjadi tantangan tersendiri. Ia harus menghadapi pembelajaran biostatistik menggunakan perangkat lunak R, ujian lisan, hingga simulasi perancangan kebijakan kesehatan.

“Tuntutannya sangat serius dan detail, benar-benar mengasah cara berpikir kritis,” ungkapnya.

Sementara di Prancis, Qoimam mengikuti sistem alternate, yakni kombinasi perkuliahan dan magang profesional berbayar. Ia menjalani magang riset selama 11 bulan di Fondation MNH Prancis dengan fokus isu kesehatan tenaga kesehatan.

Qoimam mengakui, fondasi ilmu yang diperoleh selama kuliah di FK Unusa sangat membantunya beradaptasi dengan ritme akademik internasional. Bekal metodologi dan dasar kesehatan masyarakat dinilainya cukup kuat untuk menghadapi materi magister yang lebih mendalam.

Ia bahkan merasakan suasana klinis di University of Liège yang mengingatkannya pada pengalaman praktik di RSI Jemursari, rumah sakit pendidikan FK Unusa.

Kepada mahasiswa FK Unusa, Qoimam berpesan agar serius menguasai bahasa Inggris serta aktif mengikuti kegiatan riset, organisasi, dan pengabdian masyarakat. Menurutnya, kemampuan akademik dan soft skills menjadi kunci untuk bersaing di tingkat global.

Prestasi ini menegaskan daya saing lulusan FK Unusa di kancah internasional sekaligus memperkuat komitmen Unusa dalam mencetak dokter berwawasan global. AMan


 

147

Baca Lainnya