SURABAYA | klikku.id – Komitmen keberlanjutan PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) tak berhenti di seremoni.
Anak usaha Subholding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) itu,.menyerahkan kendaraan operasional pengangkut sampah kepada Bank Sampah Gotong Royong di RW 03 Kelurahan Perak Barat, Surabaya, Selasa (24/2).
Bantuan tersebut merupakan bagian dari program TPS ESG Journey with Customer. Dimana dana pengadaan kendaraan, dihimpun dari kegiatan Fun Trekking Move with Purpose dalam rangka HUT ke-26 TPS tahun 2025.
Setiap kilometer yang ditempuh peserta, dikonversi menjadi donasi untuk program pelestarian lingkungan.
Sekretaris Perusahaan TPS, Erika Asih Palupi, mengatakan bantuan ini menjadi bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), khususnya pilar lingkungan.
“Ini kelanjutan semangat ESG Journey yang kami bangun bersama pelanggan dan stakeholder. Kami ingin fasilitas ini memperkuat kapasitas Bank Sampah Gotong Royong sebagai ruang bertumbuh. Serta kolaborasi menuju pengelolaan sampah yang lebih modern, produktif, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia berharap, kehadiran kendaraan operasional mampu memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
“Nantinya, armada itu bisa digunakan untuk menjemput sampah terpilah dari rumah warga, maupun nasabah bank sampah di tingkat RT. Sekaligus memperlancar distribusi ke gudang penyimpanan,” ungkapnya.
Dengan dukungan tersebut, harapannya volume sampah terpilah yang dikelola ditargetkan meningkat. Selain berdampak pada kebersihan lingkungan, pengelolaan yang lebih optimal, juga membuka peluang nilai ekonomi bagi warga.
Bank Sampah Gotong Royong sendiri diinisiasi sejak 2024, melalui dialog partisipatif dengan warga. Program tersebut telah diperkuat dengan penyediaan gudang, alat pres sampah, pelatihan pengelolaan, hingga integrasi aplikasi Sistem Kelola Sampah (SIKELAPA).
Erika menegaskan, perjalanan ESG TPS tidak sekadar simbol komitmen. “Kami ingin setiap langkah bersama pelanggan dan masyarakat, menjadi dampak nyata. Yakni menjaga langit tetap biru dan lingkungan tetap hijau,” tuturnya.
“Semoga kolaborasi ini bisa menjadi model pengelolaan sampah berkelanjutan di kawasan sekitar pelabuhan. Sekaligus bukti bahwa langkah kecil yang ditempuh bersama, dapat menghadirkan manfaat besar bagi lingkungan dan masyarakat,” pungkasnya. AMan
