SURABAYA | klikku.id – Komitmen terhadap pelabuhan berkelanjutan terus diperkuat PT Terminal Teluk Lamong (TTL).
Menjelang peringatan Hari Keanekaragaman Hayati Internasional pada 22 Mei, TTL resmi meluncurkan Green House “Titik Hijau” sekaligus menerima tanaman langka dari Kebun Raya Purwodadi, Selasa (19/5).
Peluncuran itu sekaligus menjadi penanda dimulainya kerja sama TTL dengan Pusat Riset Ekologi BRIN dalam pengembangan kawasan hijau berbasis konservasi di area pelabuhan.
Green House “Titik Hijau” dikembangkan sebagai ruang terbuka hijau yang menggabungkan fungsi lingkungan, edukasi, dan konservasi.
Di area tersebut, TTL membudidayakan berbagai tanaman hidroponik, pohon peneduh, tanaman penyerap polusi, hingga koleksi tanaman konservasi.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah penyerahan tanaman langka Pala Jawa (Myristica teysmannii) dari Kebun Raya Purwodadi. Tanaman endemik Pulau Jawa itu kini berstatus genting dan dinilai penting untuk upaya pelestarian keanekaragaman hayati.
Direktur Operasi PT Terminal Teluk Lamong Muhammad Syukur mengatakan, inisiatif tersebut merupakan bagian dari transformasi pelabuhan modern yang tidak hanya fokus pada efisiensi operasional, tetapi juga keberlanjutan lingkungan.
“Green House Titik Hijau menjadi bentuk nyata komitmen perusahaan dalam mendukung pelestarian lingkungan hidup dan penguatan biodiversitas di kawasan pelabuhan,” ujarnya.
Menurut dia, kolaborasi dengan BRIN diharapkan mampu menciptakan ekosistem hijau yang lebih produktif sekaligus edukatif di kawasan operasional perusahaan.
Program pengayaan tanaman itu digagas tim ESG (Environmental, Social, Governance) TTL bersama pekerja yang selama ini mengelola ruang hijau perusahaan.
Sementara itu, peneliti Kebun Raya Purwodadi BRIN Sugeng Budiharta mengapresiasi langkah TTL yang dinilai mulai menghadirkan konsep konservasi di kawasan industri dan pelabuhan.
“Semakin banyak jenis tumbuhan yang ditanam, semakin besar manfaat ekologis yang bisa dihasilkan,” katanya.
Ke depan, kerja sama TTL dan BRIN juga mencakup edukasi lingkungan, penghitungan cadangan karbon, hingga pendampingan pengelolaan ruang terbuka hijau berbasis konservasi. AM@n
